Genose Jangan Dikandangkan, Bisa Untuk Deteksi Kanker Serviks dan Tubercolosis

user
Primaswolo Sudjono 25 November 2022, 06:56 WIB
untitled

Krjogja.com - MASIH ingat alat pendeteksi Covid-19 melalui hembusan nafas, Genose? Alat buatan UGM tersebut, waktu itu hadir di tengah kontroversi mahalnya biaya deteksi Covid-19 pada awal munculnya wabah. Biaya untuk memeriksakan diri dengan alat tersebut jauh lebih murah dibandingkan jika tes PCR dan swab antigen. Seering dengan perjalanan waktu, akhirnya pemerintah mengeluarkan HET tes PCR dan swab antigen yang lebih murah.

Kini setelah pandemi Covid-19 sudah jauh mereda, alat Genose banyak yang tidak digunakan lagi. Namun demikian alat ini sebetulnya masih bisa difungsikan untuk deteksi jenis penyakit lainnya.
Pencipta Genose, Prof Dr Kuat Triaya yang kini menjadi Dekan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UGM, menyarankan agar Genose jangan dikandangkan. Tetapi tetap dirawat dengan baik. Alat tersebut bisa difungsikan untuk sejumlah penyakit, seperti diantaranya untuk deteksi tubercolosis dan kanker serviks.

"Jangan disingkirkan, dirawat dulu. Dengan mengubah otaknya atau mengubah shofwarenya, bisa digunakan untuk fungsi yang lain. Tunggu saja, nanti rencananya bisa didownload di playstore," ujar Prof Kuat Triyana di sela pembukaan Taiwan Center di FMIPA UGM, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga

Mengenal GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Lewat Embusan Napas

Dikemukakan, saat ini, di RSUP Sardjito sedang dilakukan uji klinis untuk fungsi deteksi kanker serviks. Alasan memfungsikan menjadi deteksi kanker serviks karena prevelensi kanker servic masih tinggi di Indonesia. Sedangkan untuk sampel yang diuji, yakni cukup melalui urine penderita.
Dengan mudahnya pemeriksaan melalui alat yang sudah dimodifikasi ini, maka diharapkan tidak ada lagi keengganan para wanita untuk memeriksakan diri. Sehingga penderita kanker serviks bisa diketahui lebih dini.

Karena itu ke depan, jika ada pihak yang menghibahkan Genose, maka bisa disebar di sejumlah Puskesmas. Selanjutkan alat tersebut difungsikan untuk deteksi kanker serviks atau juga tubercolosis. Sehingga sangat membantu upaya pendeteksian penyakit tersebut secara lebih luas di masyarakat.

"Harapannya dengat deteksi yang lebih mudah, maka akan banyak para ibu-ibu yang aktif memeriksakan diri untuk mengetahuai ada tidaknya potensi kanker serviks," ujar Prof Kuat.

Prof Kuat dan tim terus mengembangkan fungsi alat Genose. Pihaknya baru saja mendapat kepercayaan dari BRIN terkait pengembangan tersebut. Yakni Pengembangan Electronik Nose Berbasis Kecerdasan Artifisial untuk Diagnosis Cepat dan Non Invasif Sepsis pada Bayi Baru Lahir. (Jon)

Kredit

Bagikan