Hacker Jual 487 Juta Data Pengguna WhatsApp di Internet, Termasuk Indonesia

user
Tomi Sujatmiko 28 November 2022, 09:20 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Seorang hacker mengklaim telah meretas dan mencuri 487 juta data pengguna WhatsApp, dan menjualnya di forum komunitas peretasan terkenal.

Mengutip Cybernews, Minggu (27/11/2022), data tersebut berisikan informasi dan nomor pengguna WhatsApp dari 84 negara, termasuk Indonesia.

Diketahui, nomor WhatsApp dari negara Mesir yang bocor mencapai 44,8 juta dilanjutkan dengan Italia sebanya 3,6 juta nomor.

Adapun nomor WhatsApp berasal dari Amerika Serikat 32,3 juta, Prancis, 1,8 juta, dan Turki di angka 19,6 juta. Lalu bagaimana dari Indonesia.

Walau tidak mencapai puluhan juta, tercatat ada sekitar 130.331 nomor WhatsApp pengguna di Indonesia yang ikut dijual oleh pelaku kejahatan.

Pelaku kejahatan siber tidak secara jelas tentang bagaimana cara mendapatkan data tersebut, dan berapa harga seluruh nomor WhatsApp tersebut.

Dalam salah satu postingannya, pelaku dapat menjual nomor WhatsApp curian tersebut berdasarkan negara yang diminta.

Informasi, informasi ini kebanyakan digunakan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi phising berbentuk SMS atau voice (suara).

WhatsApp dilaporkan memiliki lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan secara global. Diyakini, nomor WhatsApp ini didapatkan pelaku dengan cara memanen data tersebut dari pihak ketiga.

Meta sendiri diketahui sering mendapatkan kritik dari sejumlah pihak, karena masih membiarkan pihak ketiga untuk mengumpulkan dan menggunakan data pengguna.

"Di zaman ini, kita semua meninggalkan jejak digital yang cukup besar--dan seharusnya perusahaan seperti Meta mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi data tersebut" kata kepala riset Cybernews, Mantas Sanauskas. (*)

Kredit

Bagikan