Snowball G20

user
Danar W 29 November 2022, 16:52 WIB
untitled

Krjogja.com - G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Berbeda dari kebanyakan forum multilateral, G20 tidak memiliki sekretariat tetap. Fungsi presidensi dipegang oleh salah satu negara anggota, yang berganti setiap tahun. Sebagaimana ditetapkan pada Riyadh Summit 2020, Indonesia akan memegang presidensi G20 pada 2022, dengan serah terima yang dilakukan pada akhir KTT Roma (30-31 Oktober 2021). Presidensi G20 Indonesia 2022 mengusung tema yaitu "Recover Together, Recover Stronger", melalui tema tersebut Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Side event Presidensi G20 yang berlangsung dalam berbagai jadwal dan kegiatan mencakup banyak bidang. Secara umum, berbagai bidang yang menggelar side event Presidensi G20 memiliki poin-poin pembahasan penting. Salah satunya adalah bidang koperasi dan UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah di Indonesia. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, dalam side event G20 Indonesia bertajuk Digital Economy to Support SDGs, Senin (8/8/2022) mengungkapkan jika saat ini sebanyak 83% pelaku UMKM nasional bergantung pada digitalisasi. Dari angka itu, 73% di antaranya telah memiliki akun di lokapasar (e-commerce) dan sebanyak 82% telah memasarkan produknya secara digital.

Jumlah UMKM di Indonesia sekitar 64 juta yang berkontribusi sekitar 60% PDB Indonesia. Selama pandemi Covid-19, banyak UMKM yang mengalami keterpurukan namun dengan cepat beralih dan menyesuaikan diri ke dunia digital. Sebelum pandemi Covid-19, UMKM yang sudah digitaly onboard berjumlah 9 juta, jumlah ini meningkat setelah pandemi menjadi 19 juta UMKM. Hingga Juni 2022, jumlah UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital telah mencapai 19,5 juta pelaku usaha, atau 30,4% dari total UMKM yang tercatat sekitar 64 juta pelaku usaha. Dorongan UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital juga dinilai berpotensi besar untuk mendongkrak perekonomian nasional.

Dalam acara Side Event Presidensi G20 yang bertajuk Green Economy and Sustainable Business pada beberapa waktu lalu, Menteri Teten Masduki membahas tentang transisi usaha menuju ekonomi hijau yang dapat memberikan peluang bisnis yang besar. Merujuk Studi dari World Economic Forum 2020, di mana estimasi transisi ke ekonomi hijau dapat menghasilkan peluang bisnis senilai USD 10 triliun dan membuka 395 juta lapangan pekerjaan pada tahun 2030 nanti. Namun dijelaskan bahwa masih banyak yang menyadari bisnis ekonomi hijau ini dipandang sulit, lantaran enggan mengadopsi dan terkendala masalah teknis yang rumit dan berbiaya produksi yang tinggi. Sebuah penelitian menunjukkan pandangan lain bahwa penggunaan sumber daya yang lebih baik dalam industri dapat membantu penghematan secara keseluruhan lebih dari USD 600 miliar per tahun di Eropa.

Praktik Ekonomi Hijau dengan Nilai Tradisional dan Kearifan Lokal

Proses adaptasi dengan ekonomi hijau mungkin tampak menantang dan hal ini sangat memungkinkan, karena sudah banyak UMKM lokal yang secara perlahan mulai mempraktikan ekonomi hijau dengan nilai tradisional dan kearifan lokal. Yang harus diperhatikan adalah bahwa berdaptasi dengan ekonomi hijau juga akan membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Pentingnya UMKM dalam mendorong agenda ekonomi hijau bertujuan supaya lebih banyak investasi untuk bisnis yang mengadopsi praktik tersebut. Senada dengan Menteri Teten, Chair Business 20 (B20) Shinta W. Kamdani menjelaskan keterlibatan UKM dalam ekonomi hijau memegang peranan penting dan membutuhkan kolaborasi yang erat antar pemangku kepentingan.(Hari Kusuma Satria Negara, Dosen UPN “Veteran” Yogyakarta & Pengurus ISEI Cabang Yogyakarta)

Kredit

Bagikan