Pesan ABCDE 'Cegah Stunting Itu Penting' Perlu Dikampanyekan

user
Danar W 23 Desember 2022, 15:50 WIB
untitled

Krjogja.com - STUNTING merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak di Bawah lima Tahun (Balita) akibat kurang gizi dalam jangka waktu lama, paparan infeksi berulang dan kurang stimulasi. Stunting juga di pengaruhi oleh status kesehatan remaja, ibu hamil, pola makan balita,ekonomi, budaya maupun faktor lingkungan seperti sanitasi dan akses terhadap layanan kesehatan.

Indonesia menargetkan angka stunting turun hingga 14% pada tahun 2024 sementara angka stunting nasional tahun 2021 masih 24,4% , sehingga target penurunan sekitar 3,5% setiap tahun, perlu kerja keras dan kerja cerdas hal ini yang memicu dikeluarkannya Perpres no 72 tahun2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Kondisi di DIY menurut Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 prevalensi stunting sebesar 17,3 % nomer 3 terendah di Indonesia, namun hasil data rutin dari Kabupaten Kota prevalensi balita stunting DIY tahun 2021 sebesar 9,83% jauh lebih rendah dari data SSGI.hal ini dimungkinkan karena SSGI mengambil sampling secara acak sedangkan data rutin diambil dari data pemantauan pertumbuhan balita.

Berbagai upaya di lakukan untuk mencapai target penurunan angka stunting, Pemerintah melalui kementerian kesehatan mencanangkan Gerakan Cegah stunting dengan 5 kegiatan yaitu :

a.Gerakan Aksi bergizi yang telah dilakukan serentak pada tanggal 26 Oktober 2022 dengan menggerakkan remaja / anak sekolah dengan tujuan membentuk kebiasaan olah raga, sarapan dengan gizi seimbang, mengkonsumsi tablet tambah darah bagi siswa putri seminggu sekali sehingga harapannya anemia pada remaja menurun. Kondisi saat ini 8,3 juta dari 12,1 juta remaja putri di Indonesia tidak mengkonsumsi tablet tambah darah yang beresiko terjadinya anemia.

b.Gerakan Ibu Hamil Sehat secara serentak akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2022 bertepatan pada hari Ibu. Kegiatan yang di laksanakan sesuai edaran Menteri Kesehatan RI nomor HK.02.02/B/ 981/2022 tentang Gerakan Ibu Hamil sehat di Puskesmas, Klinik, Tempat praktek mandiri tenaga kesehatan dan Rumah Sakit. Gerakan ini dimaksudkan untuk membangun gerakan ibu hamil sehat dapat dilaksanakan serentak setiap bulan meliputi kegiatan pemeriksaan kesehatan termasuk penilaian status gizi, pengukuran tekanan darah,pemeriksaan laboratorium,ultrasonografi dan pelayanan kelas ibu hamil yang disertai makan bersama gizi seimbang dan minum tablet tambah darah dan deklarasai ibu hamil sehat.

Kondisi saat ini di Indonesia diperkirakan ada 2,8 juta dari 4,9 juta ibu hamil yang tidak periksa sesuai standart.hal ini beresiko untuk melahirkan anak stunting. Harapannya ibu hamil periksarutin tiap bulan atau minimal 6 kali selama kehamilan dengan 2 kali pemeriksaan oleh dokter mrnggunakan USG.

c.Gerakan Posyandu Aktif yaitu meningkatkan cakupan tumbuh kembang balita di posyandu untuk deteksi dini balita gizi kurang maupun stunting.

d.Gerakan jambore kader yaitu meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan layanan kepada masyarakat

e.Gerakan cegah stunting itu penting yaitu gerakan mengedukasi masyarakat tentang stuntingdan pencegahannya melalui pesan ABCDE perlu dikampanyekan secara massiv. Pesan ABCDE yaitu:

-Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD)
Minum TTD bagi remaja putri seminggu sekali dan ibu hamil setiap hari atau minimal 90 tablet selama kehamilan

-Bumil teratur periksa kehamilan
Bumil teratur periksa kehamilannya minimal 6 kali, 2 kali oleh dokter menggunakan USG.

-Cukupi konsumsi protein hewani
Konsumsi protein hewani setiap haribagi bayi usia di atas 6 bulan

-Datang ke Posyandu setiap bulan
Datang dan lakukan pemantauan pertumbuhan danperkembangan balita di posyandu serta imunisasi

-Esklusif ASI 6 bulan.
Berikan Anak ASI esklusif (ASI saja tanpa makanan tambahan / susu formula) sampai 6 bulan dan dilanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun.

Pesan ABCDE #cegah stunting itu penting harus di kampanyekan secara terus menerus di semua kanal media dan tempat – tempat strategis dengan dukungan dari semua pihak, pemerintah, swasta,Fasyankes, Organisasi masyarakat , organisasi profesi, LSM, dunia usaha, Perguruan tinggi dsb. dengan cara tersebut Insya Alloh stunting bisa menurun dan target semoga tercapai. (Subekti, S.SiT, Dinas Kesehatan DIY )

Kredit

Bagikan