Kedu

UNESCO: Lestarikan Candi Borobudur Perlu Pendampingan Pariwisata Masyarakat Setempat

MAGELANG, KRJOGJA.com – Mengelola situs cagar budaya di abad ke-21 menghadapi banyak tantangan karena harus mengupayakan keselarasan antara upaya konservasi dan pembangunan. read more

Bantul

Polsek Bambanglipuro Gencarkan Vaksin Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

BANTUL, KRJOGJA.com – Polsek Bambanglipuro Polres Bantul Polda DIY menggelar vaksin di Balai Kalurahan Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul,  Jumat (24/6/2022). Program tersebut digelar Polsek Bambanglipuro kerjasama dengan Pemerintah Kalurahan Sumbermulyo dalam rangka Hari Bhayangkara ke-76. Hampir 1.000 orang lebih mendaftar dalam program vaksin Covid-19 tersebut.Kapolsek Bambanglipuro AKP Khabibulloh S.Pd I MM didampingi Lurah Sumbermulyo Bambanglipuro, Dra Ani Widayani MIP mengatakan,program vaksin Covid-19 hari ini digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke- 76.Dijelaskan, sasaran vaksin warga di Bambanglipuro. “Kita minta dari kader-kader, ibu kader dan  anggota Polsek Bambanglipuro untuk menginformasikan kegiatan vaksin ini kepada masyarakat dan alhamdulilah sampai pukul 09.00 ini sudah 700 orang mendaftar,”ujar Khabibulloh.

Dengan warga yang begitu antusias ikut vaksin tersebut tentu memberikan dampak positif bagi kesehatan. “Kami bersyukur warga sangat antusias harapan kami tentu kekebalan tubuh masyarakat semakin terjaga,” ujarnya.Hasil pengamatan dilapangan,  mayoritas warga ikut vaksin booster.  Tetapi adapula vaksin tahap dua,  meski jumlahnya tidak banyak.Sementara dalam menanggulangi Covid-19 kembali merebak ditengah masyarakat. Anggota Polsek Bambanglipuro terus memberikan sosialisasi kepada warga untuk selalu menjaga kebersihan.Lurah Sumbermulyo,  Ani Widayani mengatakan,  dalam pengamatan disejumlah wilalah terjadi peningkatan kasus Covid-19. Oleh karena itu pemerintah Kelurahan Sumbermulyo bekerjasama dengan Polsek Bambanglipuro melakukan antisipasi dengan mendorong warga untuk mengganti vaksin.“Alhamdulilah dari target 500 yang mendaftar ternyata mencapai 1.030 orang, warga sangat antusias,” ujarnya. (Roy)
Nasional

Pertamina Pastikan Bahan Bakar Tepat Sasaran dengan Digitalisasi

JAKARTA, KRJOGJA.com  – Pertamina terus memastikan distribusi BBM dan LPG Subsidi agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan di mata rantai distribusi mulai dari terminal BBM hingga SPBU. read more

Semarang

Babinsa Minta Pedagang Tidak Ugal-ugalan Naikkan Harga Kebutuhan Pokok

 

SEMARANG,  KRJOGJA.com – Kondisi harga kebutuhan pokok di pasar-pasar Kota Semarang berangsur naik, seiring kenaikan harga bawang merah dan cabai. read more

Kedu

Apes! Tewas Tersengat Alat Setrum Ikan Buatan Sendiri

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Aktivitas mencari ikan dengan bahan berbahaya, seperti dengan alat setrum, masih saja dilakukan meski ada ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun serta denda maksimal Rp 1,2 miliar sebagaimana diatur dalam UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan. read more

Solo

Pemprov Jateng Dorong Konsumsi Makanan Pokok Non Beras 

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Ketergantungan masyarakat Jawa Tengah pada konsumsi beras terhitung tinggi. Jika tak dibiasakan menyantap makanan pokok lain, dikhawatirkan situasi bergejolak saat terjadi paceklik. Hal itu disampaikan Koordinator Seksi Konsumsi Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Eko Riyanto kepada awak media usai menghadiri lonba cipta menu 2022 beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) di rumah dinas bupati Karanganyar, Jumat (24/6/2022).Ia menyebut perubahan iklim secara ekstrem bisa memicu penurunan produksi tanaman pangan. Termasuk beras. Celakanya, beras merupakan makanan pokok masyarakat Jawa Tengah. Angkanya 88,6 kilogram perkapita pertahun. Angka ini termasuk cukup tinggi.“Saat terjadi bencana alam atau perubahan iklim dan serangan hama yang menyebabkan paceklik beras. Maka akan kesulitan mencari komoditas itu. Akhirnya kolaps. Padahal kebutuhan makanan pokoknya beras. Nah, sebisa mungkin mengonsumsi variasi makanan pokok atau membiasakan mengganti beras dengan lainnya,” katanya.Selain itu, ketergantungan konsumsi menyulitkan pemerintah menyudahi impornya. Ia menyebut konsumsi non beras terus digalakkan supaya mengurangi problem ketergantungan komoditas tersebut.Dalam program B2SA, Pemprov mendorong keluarga menyediakan menu kreatif yang disukai. Bahkan kalangan pengusaha kuliner dapat menggunakan bahan non beras penunjang menu yang disukai kaum milenial.

Misalnya tepung singkong atau mocaf yang dikembangkan di Karanganyar dan Wonogiri. Tepung ini diolah menjadi berbagai makanan seperti mi dan kue. Kemudian tepung terigu dari bahan jagung. Baru-baru ini, Pemprov Jateng mendampingi pembuatan beras analog jagung.“Sudah ada yang jual beras analog jagung. Bahan murni dari jagung tapi dibentuk mirip bulir padi. Bikin kenyang lebih lama. Enggak seperti nasi beras yang cepat diserap tubuh. Konsumsi beras analog juga lebih sehat,” katanya.Hanya saja lantaran produk makanan non beras belum banyak diminati, harganya relatif lebih mahal dibanding beras.Sementara itu tersaji berbagai menu kreatif non beras dalam lomba B2SA Karanganyar yang diikuti 17 kelompok peserta. Juara I diraih Desa Jatiharjo Kecamatan Jatipuro.Kelompok nomor urut 7 ini menyajikan kudapan siang dan menu santap siang bagi keluarga muda. Tersedia makanan untuk dewasa, ibu hamil dan balita dari bahan tepung mocaf dan ikan. Selain menunya kreatif, kelompok ini memenangkannya karena belanja paling hemat.“Bahan-bahan maksimal hanya Rp70 ribu. Resep bernutrisi harus terpenuhi. Kami membuat kudapan siang moci gulung. Minumnya jus jambu merah. Ada nasi onigiri dari singkong. Tempura mocaf. Untuk balita ada sup sawi berkuah,” kata Ketua Kelompok Parti Agus Waluyo. (Lim)
Olahraga

Kejurda Taekwondo DIY 2022: Krida Raih 6 Emas, 9 Perak dan 12 Perunggu

YOGYA, KRJOGJA.com – Dojang Krida Taekwondo Club (KTC) yang mengirimkan 29 atletnya untuk kejuaraan daerah (kejurda) taekwondo DIY 2022 berhasil meraih 6 medali emas, 9 perak dan 12 perunggu. read more

Sekolah

Unjuk Karya Siswa, MAN 1 Yogyakarta Gelar ‘Mansa Expo’

 

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebagai salah satu Madrasah terbaik di Indonesia, siswa MAN 1 Yogyakarta memiliki segudang karya dan prestasi. Karya-karya tersebut kemudian ditampilkan pada gelaran pameran bertajuk ‘Mansa Expo’ bertema ‘A Glorious Future Starts from Now and Here’, Kamis (23/6/2022) bertempat di lingkungan kampus MAN 1 Yogyakarta. read more

Klaten

Disnakkan Boyolali Tunggu Dropping 1.500 Vaksin Sapi dari Pemprov

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali masih menunggu dropping vaksinasi pada hewan terutama sapi untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK). Kabupaten Boyolali memperoleh jatah vaksinasi sejumlah 1.500 dosis yang akan diprioritaskan ke sapi perah jantan, remaja hingga pedet terlebih dahulu. “Sapi perah jantan sapi perah remaja kemudian pedet ini yang 1.000 dosis. Kalau yang 500 untuk program DKS (Desa Korporasi Sapi) yang ada di Kecamatan Andong,” kata Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali, Lusia Dyah Suciati saat dijumpai di Kantor Bupati Boyolali, pada Jumat (24/6/2022). Penyuntikan vaksinasi tersebut akan terfokus pada sapi sapi yang berada di desa yang belum terpapar PMK ataupun desa yang masih masuk zona hijau. “Selanjutnya kita akan kita identifikasi juga pada daerah-daerah desa yang masih belum terpapar karena memang vaksin ini diperuntukkan untuk sapi yang sehat dulu, biar aman tidak tertular terutama di daerah-daerah aman jangan sampai merambah (PMK),” lanjutnya.

Direncanakan, Jumat (24/6/2022) sore Disnakkan Kabupaten Boyolali akan mengambil vaksin di Provinsi Jawa Tengah sembari mengidentifikasi daerah atau desa yang akan mendapatkan vaksin sapi.“Kita itu seperti membuat sabuk pengaman dulu untuk daerah-daerah aman. Harapan kami masyarakat untuk bersabar dan tetap memelihara sapinya dengan baik fokus biar yang sakit ini bisa lebih cepat dilakukan vaksinasi,” harap Lusi.Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat maupun pedagang agar tidak membawa masuk sapi yang terindikasi mengidap PMK dari daerah wabah PMK.Hingga saat ini, upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dalam menekan PMK antara lain dengan menutup lima pasar hewan yang ada di Kota Susu. Kelima pasar hewan di Kabupaten Boyolali yang akan ditutup yakni Pasar Hewan Jelok di Kecamatan Cepogo, Pasar Hewan Karanggede, Pasar Hewan Purworejo di Kecamatan Nogosari, Pasar Hewan Simo dan Pasar Hewan Ampel yang ditutup pada tanggal 21 Juni 2022 sampai dengan 4 Juli 2022.Selama penutupan pasar hewan, Pemkab Boyolali bekerjasasama dengan PMI Kabupaten Boyolali melakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu, juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak. (R-3)
Sleman

Mojog Fest di Tamkul Concat, UMKM Sleman Kolabs Bareng Sleman Receh

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pengurus Daerah Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD RTMM-SPSI) DIY bersama Pemkab Sleman menggelar Market of Jogja (Mojog) Fest bertempat di Taman Kuliner Condongcatur (Tamkul Concat), 24-26 Juni 2022. read more