100 Mahasiswa Papua di DIY Menjalani Vaksinasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 100 mahasiswa Papua mengikuti program vaksinasi yang dilaksanakan Balai Desa Tundan Kalasan Sleman, Jumat (27/08/2021). Para mahasiswa ini mendapatkan vaksinasi tahap pertama dalam bagian menyukseskan program percepatan yang dilakukan pemerintah.

Vaksinasi massal ini merupakan kerjasama Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua Kepualauan Yapen Waropen, Pemuda Batak Bersatu dan Dinkes Sleman. Total sebanyak 750 masyarakat menerima vaksinasi ini, baik dari kalangan mahasiswa luar daerah DIY maupun warga sekitar Desa Tundan.

Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua Kepualauan Yapen Waropen, Jackstenly Rematobi mengatakan ia dan rekan-rekannya sangat antusias mengikuti program vaksinasi ini. Ia sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti vaksinasi ini guna mendapatkan kekebalan tubuh terhadap Virus Covid-19.

“Seperti kita ketahui bersama saat ini Covid-19 masih melanda. Selain dituntut patuh terhadap protokol kesehatan, kita juga wajib menerima vaksinasi untuk kekebalan tubuh kita,” kata Jackstenly Rematobi.

Ia menambahkan, tidak ada keraguan bagi para mahasiswa Papua di Yogya untuk mengikuti vaksinasi ini. Apa yang dilakukan juga merupakan bagian dari keikutsertaan para mahasiswa Papua dalam menyukseskan program vaksinasi dari yang dicanangkan pemerintah.

“Ini kesadaran kami sendiri dalam menguikuti vaksinasi. Kami bersama mahasiswa daerah lain dan dinas kesehatan terus berusaha melakukan pendataan agar seluruh mahasiswa Papua di DIY dapat divaksin semua,” jelasnya.

Jackstenly Rematobi mewakili teman-temannya juga mengucapkan terikasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Walau mereka warga Papua dan bukan ber-KTP DIY namun tetap diperbolehkan mengikuti vaksinasi di daerah ini.

Ia berharap dengan keikutsertaan para mahasiswa luar daerah dalam program vaksinasi ini dapat mempercepat terbentuknya herd imunity atau kekebalan komunal di DIY. Dengan kesadaran bersama ini Jackstenly Rematobi juga berharap pandemic Covid-19 dapat segera berakhir dan para mahasiswa dapat berkuliah kembali.

Vaksin yang dipergunakan dalam program missal gratis ini yakni Sinovac yang didistribusikan dari TNI. Dijadwalkan vaksinasi tahap kedua bagi para mahasiswa Papua ini akan dilakukan dua bulan mendatang. (Van)

BERITA REKOMENDASI