105 Lulusan Bidan Jalani Sumpah Profesi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) mengambil sumpah profesi 105 lulusan bidan, Rabu (10/02/2021). Pengambilan sumpah profesi ini merupakan awal bagi lulusan bidan untuk nantinya bisa berkarir dipelayanan kebidanan.

Ketua IBI Ranting UNRIYO, Githa Andriani S.SiT, M.Kes mengatakan pengambilan sumpah profesi ini wajib bagi seorang lulusan bidan. Setelah seorang calon bidan lulus dari pendidikan di Institusi Pendidikan Kebidanan maka harus menjalani sumpah profesi ini terlebih dahulu dan kemudian melalui tahap selanjutnya untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR).

“Sumpah ini diperlukan, karena dalam peraturan perundang-undangan seseorang diakui sebagai bidan bila telah memiliki lisensi dan memiliki registrasi. Lisensi yang didapatkan adalah dari ijazah pendidikannya, setelah memiliki iIjazah harus teregistrasi. Salah satu syaratnya untuk teregistrasi harus sumpah terlebih dahulu,” kata Githa Andriani usai pengambilan sumpah profesi yang dilaksanakan di Hotel Platinum Yogyakarta, Rabu (10/02/2021).

Githa Andriani menambahkan STR harus dimiliki oleh seorang bidan. Surat tersebut pula yang menjadi pegangan bahwa seseorang telah diakui sebagai bidan dan dapat dipergunakan untuk bekerja maupun melakukan praktik bidan mandiri

Ia berharap kepada para bidan yang telah diambil sumpah profesi dapat segera mengurus STR. Githa Andriani juga meminta setelah menjadi bidan nantinya mereka dapat menjalankan profesinya dengan penuh tanggungjawab maupun perundangan-undangan yang berlaku.

Dari 105 calon bidan yang diambil sumpahnya, 74 orang diantaranya merupakan lulusan Unriyo tahun 2020. Sedangkan 31 orang lainnya merupakan alumni Unriyo maupun dari perguruan tinggi atau akademi lainnya.

Sementara itu Ketua Ikatan Alumni Bidan (IKABI) UNRIYO, Puspito Panggih Rahayu, SST, M.Kes menambahkan menjadi seorang bidan merupakan profesi yang menjanjikan. Hal tersebut terlihat dari 520 anggota IKABI UNRIYO, 80% diantaranya telah terserap dalam dunia kerja baik di rumah sakit, puskesmas, pengajar bidang kebidanan bahkan membuka praktik mandiri bidan maupun pelayanan komplementer kebidanan diantaranya baby spa sendiri.

“Bidan merupakan profesi yang lapangan kerjanya masih terbuka lebar. Selain bekerja di instansi, dapat pula membuka praktik sendiri. Terlebih lagi saat ini terdapat pelayanan bidang komplementer dimana didalamnya ada yoga ibu hamil baby spa yang mana itu semua pelayanan nya bisa dilakukan oleh seorang bidan,” jelasnya.

Selain pengambilan sumpah profesi, pada kesempatan ini juga dilaksanakan seminar dan sosialisasi tentang standar profesi bidan dan registrasi bidan. Kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah IBI Ranting Unriyo guna memilih ketua berikut pengurus baru untuk periode 2018 – 2023.

Githa Andriani untuk kedua kalinya terpilih kembali sebagai Ketua IBI Ranting Unriyo setelah mendapatkan suara sebanyak 62%, mengungguli empat kandidat lainnya. Dalam musyawarah ini juga menetapkan Rahayu Widaryanti, SST, M.Kes sebagai Sekretaris dan Kenik Sri Wahyuni, SST, M.Kes sebagai Bendahara.

Harapan pengurus baru terpilih yakni lima tahun kedepan IBI Ranting Unriyo semakin maju dan sukses berkiprah dalam organisasi profesi bidan. (*)

BERITA REKOMENDASI