400 Ikan Cupang Adu Keindahan dalam ‘Ngayogyakarta Betta Flare’

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Puluhan penghobi ikan cupang dari berbagai komunitas berkumpul dalam ajang ‘Ngayogyakarta Betta Flare’ yang digelar di Pendopo Dongklelan Bantul, Minggu (30/10/2021). Lebih dari 400 ekor ikan cupang pamer keelokan dalam kontes yang mempertandingkan berbagai kategori tersebut.

Ketua pelaksana kontes, Bambang D’Rookie mengatakan ajang ini bertaraf regional dengan mempertemukan penghobi ikan cupang dari berbagai wilayah di tanah air seperti Surabaya, Bekasi, Jakarta hingga Pontianak. Ikan cupang yang dipertandingkan merupakan kolesi terbaik para penghobi dengan berbagai gelar pernah dimenangkan.

“Ikan cupang dapat dilihat dari bebagai sisi keindahannya. Kontes ini ingin mengukur keindahan ikan-ikan tersebut untuk dipertemukan dengan cupang lainnya,” kata Bambang disela kontes yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Ia menjelaskan ada sebanyak 33 kategori dipertandingkan dalam kontes ini mulai dari Halfmoon, Plakat, Crowntail hingga Giant. Ajang yang baru pertama kali digelar ini usai masa pembatasan aktivitas masyarakat ini memperebutkan hadiah uang tunai dengan total mencapai Rp 17 juta.

Bambang menambahkan kegiatan semacam ini selain mempertandingkan cupang-cupang andalan, juga sebagai ajang mempertemukan para penghobi ikan hias tersebut. Dengan bertemunya mereka maka akan ada komunikasi antar sesama pecinta cupang untuk menggairahkan kembali dunia ikan hias satu ini.

“Selama pandemi justru pasar ikan cupang semakin meningkat. Namun saat itu tidak ada ajang yang mempertemukan mereka. Dengan kontes diharapkan dunia ikan cupang dapat bergairah lagi dan para pecintanya bisa saling bertemu guna memasyarakatkan kembali hobi ini,” imbuhnya.

Bambang yang juga merupakan penghobi sekaligus pembudidaya ikan cupang mengatakan ‘Ngayogyakarta Betta Flare’ akan rutin digelar setidaknya tiga kali dalam satu tahun. Ia berharap tren dan kecintaan masyarakat terhadap ikan cupang dapat seperti pada masa kejayaannya dahulu dan pasar ikan hias jenis ini mampu bergairah kembali.

Sementara itu pemerhati ikan cupang asal Jakarta, DeeWay ‘Gembel’ mengungkapkan dari pengamatannya selama pandemi banyak penghobi baru muncul dari kelompok usia dibawah 18 tahun. Ini menurutnya sebagai pertanda baik bangkitnya dunia ikan cupang karena banyak usia muda yang mulai menggeluti hobi tersebut.

“Para pemilik cupang banyak posting iklan milik mereka masing-masing. Keindahan cupang cukup menarik di mata para penghobi baru. Dari situ pecinta baru bermunculan, dengan demikian ikan cupang kembali mendapat hati di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Para penghobi cupang menurut DeeWay Gembel hendaknya bisa mengawali kegemaran ini dari rasa kecintaan dahulu. Ia mengingatkan jangan pernah menggemari cupang hanya sekedar untuk bisnis semata, karena ikan ini penuh dengan keindahan yang kelokanya tak bisa dinilai dengan uang.

“Semua diawali dengan hobi. Jika hobi maka akan tumbuh rasa cinta dam memiliki serta ingin merawatnya. Namun jika menggeluti cupang hanya sekedar ingin mendapat keuntungan untuk dijual kembali, maka disaat pasar lesu maka mereka akan kecewa sendiri dan justru yang didapat adalah kerugian serta kekecewaan,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI