Adik Jokowi Ajak Pemilih Pemula Melek Politik

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Tokoh asal Gunungkidul, Wahyu Purwanto hadir dalam pertemuan dengan kelompok pebasket muda di GK Steak, komplek Gor Siyono Gunungkidul, Sabtu (13/11/2020). Agenda yang dibalut dalam suasana santai ini digelar untuk mengajak para pemilih pemula terlibat aktif dalam kontestasi politik 9 Desember mendatang.

Wahyu mengingatkan pentingnya melek politik (political literacy) agar kalangan milenial tidak salah pilih. Caranya dengan mengenal karakteristik setiap kandidat.

“Menilai karakteristik setiap paslon sangat penting agar para milenial tidak terjebak efek pencitraan ataupun ajakan kampanye hitam di media sosial,” ujar ketua dewan pertimbangan DPW Partai NasDem DIY ini.

Wahyu yang juga sebagai adik ipar Presiden Joko Widodo mengenalkan kandidat yang diusung Partai NasDem, Immawan Wahyudi – Maranti Soenar Dewi. Kepada para pemilih milenial itu, diantara 4 calon yang ikut kontestasi, paslon Immawan – Martanti memiliki rekam jejak bagus dan tidak pernah cacat moral.

“Silahkan ditelusuri, rekam jejak keduanya bagus tak pernah ada kasus ataupun cacat moral. Gaya kampanye Immawan – Martanti juga konstruktif dan edukatif. Berbeda dengan gaya kampanye kandidat lain. Mereka kerap menghasut dan membuat opini berisi fitnah,” kata Wahyu.

Ia pun mencontohkan, gaya kampanye “merusak” diantaranya tuduhan Cawabup Martanti yang dituduh mencecar semua program Bupati saat ini, Badingah. Padahal, Cabupnya, Immawan adalah Wakil Bupati yang bersama dengan Badingah sejak 10 tahun terakhir berhasil membangun kemajuan di Gunungkidul.

“Memang sengaja merancang kampanye hitam untuk memecah belah masyarakat. Mereka memanfaatkan media sosial yang banyak ‘dihuni’ oleh pemilih milenial,” jelasnya.

Sebagai segmentasi politik, pemilih milenial memiliki selera tersendiri dalam memilih paslon. Namun mereka juga mudah dipengaruhi melalui narasi-narasi yang dapat memancing emosi.

Wahyu pun mengajak kalangan milenial ini agar melek politik dengan cara melihat paslon berdasarkan gagasan, capaian dan terobosan. Ia meminta para milenial waspada dengan politik uang yang akan digencarkan menjelang pemilihan, demi ambisi meraih kekuasaan.

“Biasanya calon yang tidak punya pengalaman akan mengandalkan politik uang. Waspada, ini kesempatan bagi para pemuda untuk menentukan arah pembangunan Gunungkidul. Pembangunan yang sudah tertata jangan sampai berjalan mundur hanya karena salah pilih pemimpin,” kata Wahyu seraya menyerahkan bantuan berbagai peralatan olahraga basket. (*)

BERITA REKOMENDASI