Advokat Yogya Deklarasikan FPAY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Para Advokat di Yogya sepakat membentuk wadah benama Forum Persaudaraan Advokat Yogyakarta (FPAY). Forum ini akan menjadi tempat berkumpulnya para Advokat Yogya untuk bersama-sama memecahkan permasalaham hukum di tanah air. Deklarasi FPAY ditandai dengan pembacaan petisi bersama yang dilaksanakan di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Kamis (27/05/2021) malam.

Ketua FPAY, Aprilia Supaliyanto SH mengatakan forum ini bukan merupakan organisasi keadvokatan. Dengan itu maka siapa saja, selama dia seorang Advokat maka bisa bergabung dalam forum ini.

“Karena bukan organisasi keadvokatan maka FPAY terbuka bagi siapa saja Advokat dari berbagai organisasi. FPAY tidak ingin menjadi organisasi keadvokatan, kami hanya ingin mengumpulkan para advokat dalam satu forum,” kata Aprilia Supaliyanto.

Ia mengatakan Advokat di Yogya secara hisotorial memiliki sejarah hubungan kebersamaan yang erat. Namun akhir-akhir ini tradisi itu perlahan luntur karena berbagai kepentingan mulai dari organisasi hingga masalah politik.

“Oleh karena itu kita kuatkan kembali tradisi kebersamaan itu. Tak ada lagi sekat diantara Advokat di Yogya, yang ada hanyalah rumah besar bernama FPAY,” tambahnya.

Yogya sebagai miniatur bangsa, menjadikanan berbagai gambaran persoalan negeri akan terlihat dari kota ini. Dengan FPAY, Aprilia Supaliyanto ingin membuktikan jika para Advokat Yogya bisa berbuat sesuatu dan memberikan kontrobusi besar bagi negeri ini.

“Advokat di Yogya harus bisa menyelesaikan permasalahan itu untuk kemudian dijadikan rujukan nasional guna menyelesaikan persoalan bangsa. Khususnya yang berkaitan dengan persoalan hukum,” tegasnya.

Selain turut mengatasi permasalahan bangsa, Aprilia Supaliyanto berharap FPAY bisa menjadi wadah berkumpulnya Advokat dari berbagai era. Sehingga dalam FPAY juga bergabung para Advokat senior bahkan hingga pengacara-pengacara muda.

Salah seorang Advokat senior di Yogya, Kamal Firdaus SH mengatakan dalam jiwa seorang Advokat terdapat tanggungjawab besar untuk menegakkan hukum. Semangat itu yang harus terus dimiliki oleh Advokat sampai kapanpun.

“Hukum harus ditegakkan dan itu menjadi bagian dari tanggungjawab Advokat. Hukum hanya boleh berpihak kepada keadilan dan kebenaran,” tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI