Ahli Waris Wilmink Menangkan Gugatan Kepemilikan Saham NV JBBM

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ahli waris Gijsbertus Clemens Franciscus Wilmink berhak mendapat kembali 100 lembar saham Naamlooze Vennootschap Javasche Bioscoop En Bouw Maatshappij (NV JBBM) yang hampir 58 tahun berpindah tangan. Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta telah mengabulkan gugatan ahli waris Franciscus Wilmink terhadap ahli waris Vera Antony Busman dalam sidang putusan yang dibacakan, Senin (14/12/2020) kemarin.

Dengan putusan ini maka maka ahli waris Antony Busman wajib mengambalikan 100 lembar saham NV JBBM tersebut kepada Franciscus Wilmink. Selain itu majelis hakim juga menyatakan akta nomor 5 tahun 2000 yang dibuat turut tergugat atas permintaan tergugat batal demi hukum.

Yudhi Sabang SH MH dari Kantor Hukum ‘Sabang, Handari and Partners’ selaku kuasa hukum ahli waris Franciscus Wilmink mengatakan saham NV JBBM sebelum jatuh kepada para ahli waris merupakan milik tiga orang warga keturunan Belanda bernama Eduard Dirk Nicolaas Helant Muller, Franciscus Wilmink dan Antony Busman. Kepemilikan saham perusahaan ini masing-masing Helant Muller sebagai direktur utama (150 lembar), Franciscus Wilmink (100 lembar) dan Antony Busman (50 lembar).

“Permasalahan mulai muncul ketika pemerintah saat itu pada tahun 1960 hendak menasionalisi perusahan-perusahaan asing. NV JBBM dianggap sebagai perusahaan asing karena tiga orang pemiliknya asli Belanda, walau sebenarnya mereka telah menjadi warga negara Indonesia,” kata Yudhi Sabang di Yogyakarta, Selasa (15/12/2020).

Agar aset perusahaan tidak diambil pemerintah dan dinasionalisasi maka NV JBBM harus membuktikan kepemilikan dan berapa banyak saham yang dipegang oleh para pemiliknya. Saat itu Helant Muller dan ahli waris Antony Busman mendatangi Franciscus Wilmink guna meminjam 100 lembar saham yang dimiliki.

“Untuk menguatkan perjanjian itu maka dibuatlah akta notaris nomor 62 tahun 1962 yang dibuat Anwar Mahajudin di Surabaya. Perjanjian tersebut dikuatkan lagi dengan akta nomor 63 tahun 1962 dimana ada pernyataan dari Helant Muller jika setelah urusan selesai maka saham dikembalikan kepada Franciscus Wilmink,” tambahnya.

Namun sejak itu saham milik Franciscus Wilmink tak pernah kembali. Bahkan yang mengejutkan pada tahun 2000 muncul klaim jika ahli waris Antony Busman sebagai pemilik 300 lembar saham NV JBBM.

Pengakuan itu merupakan hasil dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagaimana tertuang dalam akta nomor 5 tahun 2000. Merasa kehilangan hak atas saham miliknya, ahli waris Wilmink memilih menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan perkara ini dan akhirnya berhasil dimenangkan.

Dalam amar putusan hakim yang telah dibacakan kemarin menyatakan ahli waris Wilmink merupakan pemilik sah saham sebanyak 100 lembar NV JBBM dimana salah satu aset di Kota Yogyakarta merupakan eks Bioskop Indra. Selain itu menghukum tergugat, dalam hal ini ahli waris Antony Busman untuk mengembalikan 100 lembar saham milik Wilmink.

Hakim juga menyatakan akta nomor 5 tertanggal 26 Desember 2000 tidak sah dan batal demi hukum. Ditetapkan pula, segala tindakan hukum tergugat yang berdasarkan akta tersebut juga dinyatakan batal demi hukum. (Van)

BERITA REKOMENDASI