Anggota DPR Ajak Masyarakat Tes Serologi Covid-19

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program vaksinasi di Indonesia terus bergerak pesat. Data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per tanggal 30/4 menunjukkan, jumlah penerima vaksin Covid-19 di Indonesia mencapai 12.280.765. Kementerian Kesehatan menyebut angka ini membawa Indonesia di posisi pertama sebagai negara dengan jumlah suntik vaksin terbanyak di Asia Tenggara.

Capaian ini patut disyukuri. Namun, Menurut Anggota DPR RI Subardi, setelah vaksinasi perlu tes serologi, atau tes imun untuk mendeteksi tingkat kekebalan terhadap serangan Covid-19. “Ini penting untuk melihat tingkat keberhasilan vaksinasi. Kita bisa mengetahui apakah vaksin di tubuh kita sudah menghasilkan antibodi (kebal) terhadap Covid-19,” kata Subardi usai tes serologi di Intibios laboratorium, Jalan Godean, Gamping, Sleman, Minggu (2/5).

Subardi mendatangi Intibios laboratorium yang juga terdapat kontainer level Biosafety Level (BSL)-2 untuk langsung menganalisis ratusan sampel Covid-19 dalam sehari. Ia ingin mengetahui persentase efektivitas vaksin setelah ia menerima vaksin kedua (sinovac) di Jakarta pada bulan Maret lalu.

Wakil rakyat dari Dapil Yogyakarta itu merespon baik layanan serologi ini. “Dengan tes berbasis ilmiah ini, kita bisa tahu seberapa cepat herd immunity terbentuk usai vaksinasi,” jelasnya.

Ketua DPW NasDem DIY itu menilai semakin banyak masyarakat yang inisiatif tes serologi, semakin efektif program vaksinasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid. “Saya berharap tes serologi semakin diminati masyarakat. Selain itu, masyarakat juga perlu memilih laboratorium yang modern, profesional, dan kredibel,” tambahnya.

*Bagaimana cara kerja Serologi?*
Dokter Intibios Lab, Kezia Dewi menjelaskan, cara kerja serologi yakni mengambil darah pasien untuk diproses di laboratorium. Hasil laboratorium akan mendeteksi antibodi di dalam Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap virus Covid-19.

“Tes ini memiliki sensitivitas deteksi hingga 100 persen. Akurasinya efektif untuk mengukur pembentukan antibodi atau imun setelah divaksin,” tuturnya.

Dokter alumni UKDW Yogyakarta itu menjelaskan, jangka waktu yang disarankan tes serologi berkisar satu bulan setelah vaksinasi kedua. Hasil tes serologi ini akan berupa positif atau negatif. Kalau hasilnya positif, tubuh pasien sudah mengandung antibodi (dengan persentase berbeda-beda). Sedangkan bila negatif, pembentukan imun tubuh setelah divaksin belum sempurna.

“Kalau negatif, berarti reaksi vaksin belum bekerja sempurna untuk menangkal virus. Tetapi apapun hasilnya, tes serologi ini membuat pengendalian covid lebih terukur,” jelas dokter muda itu.

Sementara pihak Intibios melalui General Manager, Thomas Handoyo mengatakan, layanan tes serologi ini baru satu-satunya di Yogyakarta. Pihaknya kini melayani 200 sampel serologi setiap harinya dengan tarif 300 ribu sekali tes. Ia juga mengatakan antusiasme masyarakat mulai tampak selama sepekan terakhir.

“Mulai ada kesadaran untuk dites serologi. Perlu diketahui layanan kami adalah Serologi Antibodi Netralisasi yang khusus mendeteksi antibodi Covid sesuai rekomendasi WHO,” pungkas Handoyo. (*)

BERITA REKOMENDASI