Barak Tambahan Disiapkan, Dilengkapi Sekat Cegah Penyebaran Covid-19

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Untuk mengantisipasi adanya ancaman erupsi Merapi yang menuju barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman kini mulai menyiapkan barak pengungsian. Sejauh ini luncuran awan diperkirakan tetap akan didominasi sektor selatan dan tenggara sesuai dengan arah bukaan kawah.

Menurut BPBD Sleman jika erupsi mengarah ke barat maka wilayah yang berpotensi terkena dampak adalah Desa Purwobinangun Pakem, Wonokerto dan Girikerto Turi. “Kami sudah siapkan barak dan kelengkapan sarananya untuk menghadapi ancaman erupsi ke barat. Contohnya barak di Wonokerto sudah dibuat bilik, rencananya menyusul bulan ini untuk barak Purwobinangun,” ungkap Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto, Jumat, (11/12/2200).

Dari 12 barak yang dimiliki BPBD Sleman, sejauh ini sudah 8 titik evakuasi yang dipastikan siap menampung para pengungsi. Sebanyak 4 barak lainnya masih terus dikebut pengerjaan kelengkapan sarana prasarana, termasuk sekat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Penyekatan ini penting dilakukan karena kendati berada di barak namun masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan menjaga jarak, selain tentunya juga mengenakan masker serta rajin mencuci tangan memggunakan sabun. Penyiapan seluruh barak itu dilakukan untuk antisipasi jika ada perluasan radius bahaya hingga diatas 5 km.

Sejak Merapi dinaikkan statusnya ke level Siaga pada 5 November 2020, BPBD Sleman telah mengucurkan dana darurat bencana sejumlah Rp 6,7 miliar dari pos bantuan tidak terduga. Peruntukan anggaran itu antara lain pembangunan jalur evakuasi sepanjang hampir 4 km, pemasangan sarana lampu penerangan dan pelaksanaan beberapa program pemberdayaan perempuan dan anak.

“Kami juga alokasikan pembangunan kandang ternak. Kandang ternak ini nantinya untuk menampung sapi mauoun kambing milik warga yang dievakuasi,” ujar Joko.

Sementara untuk kegiatan penanganan pengungsi di bulan Desember ini, belum bisa dirinci kebutuhannya. Realisasinya tetap akan menggunakan dana tak terduga karena Bupati telah mengeluarkan SK perpanjangan status darurat erupsi Merapi hingga 31 Desember 2020.

“Dinas-dinas terkait baru memasukkan anggaran ke BPBD. Kemungkinan minggu ini baru diketahui apa saja yang dibutuhkan,” terangnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI