BKKBN DIY Gandeng DPR RI dan Polkesyo Gelar Vaksinasi Warga Sumberharjo

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Yogyakarta (Polkesyo) menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi massal di Kalurahan Sumberharjo Prambanan Sleman, Sabtu (23/10/2021).

“Seluruh kegiatan hari ini pembiayaan menggunakan anggaran dari BKKBN DIY, sedangkan untuk tenaga kesehatan (nakes) dan peralatan medis dibantu dari Polkesyo,” kata Anggota DPR RI H Sukamto SH.

Sukamto menjelasakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah munculnya klaster baru Covid-19 karena setelah divaksin masyarakat menjadi lebih aman dan tidak mudah terpapar virus tersebut. Namun demikian maswyarakat tidak boleh lengah dan tetap harus disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes).

“Sesuai amanah dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), seluruh aparat dari tingkat pusat sampai daerah harus turut serta menggerakkan dan menyukseskan percepatan program vaksinasi untuk masyarakat,” katanya.

Sementara itu Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN DIY, Shodiqin SH MM menuturkan kegiatan vaksinasi dosis pertama untuk keluarga kali ini diikuti lebih kurang 600 warga masyarakat dari Desa Sumberharjo dan sekitarnya. “Terkait vaksinasi, BKKBN mendapat perintah langsung dari Presiden untuk melakukan percepatan vaksinasi bagi keluarga. Sehingga, BKKBN memiliki kuota vaksin dan alokasi anggaran untuk operasional dan vaksinator guna merealisasikan program percepatan vaksinasi,” ujarnya.

Shodiqin menyampaikan, Target vaksinasi yang diberikan kepada BKKBN DIY cukup banyak yakni sekitar 497.000 warga. Sasaran vaksin adalah keluarga, yang meliputi anak usia 12 dan 17 tahun, ibu hamil dan lanjut usia (lansia).

“Saat ini 75 persen warga Desa Sumberharjo sudah tervaksinasi. Selanjutnya khusus sasaran untuk ibu hamil dan lansia memang masih berkoordinasi karena memang membutuhkan vaksin khusus,” ungkapnya.

Shodiqin mengharapkan, walaupun saat ini DIY sudah berada di Level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun prokes harus tetap diterapkan secara disiplin untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19. Kebiasaan menggunakan masker, mencuci tangan, menajaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi aktivitas di luar rumah harus tetap dilakukan.

“Walaupun sudah divaksin, warga harus tetap prokes 5M harus dilakukan. Ini harus tetap dilaksanakan secara disiplin, harus menjadi tradisi dan wajib dilakukan,” imbuhnya.

Menanggapi mulai dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Shodiqin mengingatkan kembali peran orang tua untuk selalu mengingatkan kepada anaknya agar tetap mengutamakan prokes, agar pembelajaran bisa berjalan lancar dan aman.

Selanjutnya, Joko Susilo SKM MKes selaku Direktur Polkesyo menegaskan komitmennya untuk selalu membantu program pemerintah melalui program pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Pendidikan.

“Salah satunya adalah percepatan vaksinasi untuk mencapai herd immunity (kekebalan komunitas) dengan syarat 80 persen masyarakat sudah tervaksinasi,” katanya.

Melalui kegiatan ini, selain memvaksinasi masyarakat, Joko juga ingin mengedukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kekebalan tubuh melalui vaksinasi. Namun diingatkannya bahwa vaksin bukanlah segalanya, vaksin harus tetap diikuti dengan prokes yang baik sesudahnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI