Calon Lurah Purwomartani Tepis Serangan Kampanye Hitam

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Calon Lurah Purwomartani, Semiono menepis kampanye hitam yang dialamatkan kepadanya. Bahkan dengan tegas Semiono akan melaporkan penyebar pesan berantai yang menyudutkan dirinya itu kepada Polisi.

Pesan tersebut beredar luas dan berantai melalui WhatsApp di beberapa group warga Purwomartani. Pembuat pesan mengaku sebagai annggota tim pemenangan salah seorang calon dalam Pemilihan Lurah setempat.

Di dalam pesan tersebut itu disebutkan Semiono terlibat atas kecurangan pembagian warisan yang dialami wargan Dusun Bayen. Semiono dituduh telah ‘mematikan’ salah seorang warga untuk mendapatkan hak waris.

Padahal sebenarnya ketika permasalahan warisan tersebut muncul, Semiono justru memfasilitasi dan mediasi sesuai kapasitasnya sebagai lurah saat itu. Setelah ada kesepakatan yang ditandatangani oleh seluruh ahli waris, Semiono beserta dukuh setempat menyatakan ikut mengetahui.

“Saat itu saya menjabat PAW Lurah Purwomartani. Jadi sebagai lurah saya memang harus mengetahui permasalahan tersebut karena memang melibatkan kalurahan. Tapi tidak benar jika saya ‘mematikan’ salah seorang anggota keluarga tersebut untuk mendapatkan warisan,” kata Semiono di Purwomartani, Selasa (15/12/2020).

Ada pihak-pihak lain menurut Semiono sengaja ingin menjelekkan namanya ditengah pemilihan lurah yang pelaksanaannya tinggal dalam hitungan hari terserbut. Padahal permasalahan itu sama sekali tak ada kaitannya dengan proses pemilihan lurah Purwomartani.

“Jadi memang tidak ada hubunganya antara masalah tersebut dengan pemilihan. Ini menurut saya sengaja dimunculkan untuk membuat namanya saya buruk dan seolah terlibat dalam perkara hukum,” tegasnya.

Semiono menyatakan upaya yang disebutnya sebagai ‘black campaign’ itu jelas sangat merugikan dirinya. Apa yang disebarkan itu menggiring warga untuk beropini jika Semiono sebagai calon yang terseret masalah hukum.

Merespon apa yang terjadi, Semiono melalui kuasa hukum Adnan Pambudi SH MH telah melayankan somasi. Jika surat teguran tersebut tak digubris maka tim kuasa hukum akan melaporkannya ke Polda DIY.

“Masih kita tunggu itikad baik dari yang bersangkutan. Tapi jika memang tidak ada itikad itu maka kami akan memprosesnya secara hukum,” tegas Adnan Pambudi didampingi Fathur Rohim SH MH dan Ilham Pujakesuma SH MH. (*)

BERITA REKOMENDASI