Cegah Penularan Demam Berdarah, Dosen UAD Optimalkan Surveilans Berbasis Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Bantul, dan khususnya masih belum tercapainya angka bebas jentik di wilayah Plumbon, mendorong Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bersama kader Dusun Plumbon melakukan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Optimalisasi Surveilans Berbasis Masyarakat.

Kegiatan tersebut yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAD ini Universitas Ahmad Dahlan ini dilakukan di Dusun Plumbon RT.18 Plumbon Banguntapan Bantul, Kamis (07/10/2021).

Tim PPM FKM UAD terdiri dari Fardhiasih Dwi Astuti, M.Sc., Rokhmayanti, M.PH., dan Siti Kurnia Widi Hastuti, M.PH. Dan, dibantu oleh mahasiswa Teti Sunia Anggraini Putri, Millennia Intan Borneo, Qurry Amanda Izhati, dan Linda Tri Maryuni.

Fardhiasih menuturkan, kondisi Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) yang mengharuskan masyarakat untuk mengurangi mobilitas keluar rumah menyebabkan kader masyarakat tidak bisa melakukan pemantauan jentik secara langsung dari rumah ke rumah. Selain itu masyarakat diharapkan secara sadar melakukan pemantauan dan pembasmian jentik secara mandiri di rumah dan lingkungannya masing masing.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam mendukung Program G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik) yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat dan Kegiatan Inovasi Puskesmas Banguntapan 3 “Gemar Mbatik”.  Pengabdian ini berisi edukasi terkait DBD dan simulasi pemantauan jentik yang dilakukan di masing-masing rumah warga di Dusun Plumbon untuk Optimalisasi Surveilans Berbasis Masyarakat,” ujarnya.

Fardhiasih mengharapkan, dengan adanya kegiatan ini masyarakat Dusun Plumbon mampu melakukan pemantauan dan pembasmian jentik secara mandiri, meningkatan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan penularan DBD. (*)

BERITA REKOMENDASI