Covid-19 Jadi Ancaman, Disiplin Prokes Kunci Keselamatan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Hingga saat ini virus Covid-19 masih terus ada. Disiplin dalam menerapkan protok kesehatan (prokes) merupakan senjata ampuh yang bisa dilakukan pada masa pandemi seperti saat ini. Hal tersebut disampaikan pakar epidemiologi UGM, dr Riris Andono Ahmad MPH PhD di Yogyakarta, Jumat (22/10/2021).

“Masyarakat tetap patuh dalam menerapkan protokol kesehatan. Bagi pemerintah harus terus memperkuat 3T yakni testing, tracing dan treatment,” kata Riris Andono Ahmad.

Direktur Pusat Kajian Kedokteran Tropis UGM ini menyampaikan vaksinasi bukan berarti membuat seseorang kebal akan virus Covid-19. Seseorang yang telah mendapatkan vaksin, kekebalan yang didapat juga akan menurun seiring berjalannya waktu.

Ia mengungkapkan beberapa negara dengan cakupan vaksinasi relatif tinggi seperti Israel, Inggris, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa saat ini pun tengah berjuang kembali melawan Covid-19 akibat Varian Delta. Varian jenis ini tingkat penularan lebih tinggi dan tentunya membutuhkan cakupan imunitas yang lebih tinggi dalam populasi.

“Misalnya sebelum adanya varian Delta untuk mendapatkan kekebalan kelompok sekitar 70% populasi harus sudah divaksin. Namun sejak adanya varian Delta maka cakupan vaksinasi ditingkatkan menjadi 80%. Kondisi tersebut dengan anggapan bahwa vaksin yang diberikan memiliki efektvitas 100%,” imbuhnya.

Ia menjelaskan dengan kondisi itu maka vaksinasi di Indonesia untuk bisa mencapai 80% harus sekitar 230 juta penduduk harus divaksin. Dalam pelaksanaannya sebaiknya dilakukan dalam waktu kurang dari 6 bulan agar bisa terwujud kelompok.

Riris Andono Ahmad menyebutkan ancaman gelombang ketiga Covid-19 patut diwaspadai. Munculnya gelombang Covid-19 ketiga atau gelombang-gelombang berikutnya sangat tergantung pada kondisi di masyarakat.

“Mobilitas masyarakat dan kepatuhan terhadap prokes menentukan gelombang ketiga itu. Oleh karena itu prokes 5M harus terus dilakukan dengan disiplin,” pungkasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI