Demi Membantu Penanganan Covid-19, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Pilih Jadi Relawan

Editor: Ivan Aditya

PANDEMI Covid-19 yang hingga kini belum berkesudahan mendorong Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno untuk melakukan tindakan nyata. Dengan semangat Suharno mengabdikan diri sebagai relawan untuk terjun langsung ke tengah masyarakat. Tak hanya itu, Suharno bahkan bahkan tak segan-segan turun ke liang lahat guna memakamkan jenazah para korban yang nyawanya tak tertolong karena virus mematikan tersebut.

Angka Covid-19 sendiri di DIY sudah menunjukkan angka penurunan dalam beberapa minggu terakhir ini. Data dari Satgas Civid-19 DIY pada Senin (30/08/2021) menunjukkan angka positif harian sebanyak 237 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 149.379 kasus.

Penambahan kasus sembuh sebanyak 972 kasus dan total sembuh menjadi 131.649 kasus. Sementara jumlah meninggal sebanyak terdapat 35 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 4.816 kasus.

Distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 terbanyak berasal dari Kabupaten Bantul dengan 124 kasus dan Sleman 66 kasus. Berikutnya Kota Yogyakarta 17 kasus, sedangkan Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul terdapat masing-masing 15 kasus.

Untuk kasus sembuh Kabupaten Bantul menjadi penyumpang angka paling banyak dengan 374 kasus, disusul Sleman 325 kasus, Gunungkidul 159 kasus, Kota Yogyakarta 98 kasus dan Kulonprogo 16 kasus. Rincian laporan kejadian meninggal dunia terdapat di Sleman 18 kasus, Kota Yogyakarta 6 kasus, Gunungkidul 5 kasus dan Bantul serta Kulonprogo masing-masing 3 kasus.

Walau angka positif Covid-19 maupun kasus meninggal dunia di Kabupaten Sleman tidak begitu tinggi, namun Suharno tetap berjibaku untuk mengurus para korban. Sekretaris Wilayah DPW NasDem DIY ini memang selama ini dikenal dekat dengan para relawan dan bahkan ia membentuk tim untuk mempercepat proses penanganan.

Politisi ini tergerak karena ia merasa pilu melihat masyarakat terus berjatuhan karena Covid-19 dan butuh pertolongan cepat. Apalagi sejak bulan Juli lalu terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 terjadi hampir merata di seluruh wilayah DIY.

“Kadang tengah malam hanya berdua sama anak saya membawa jenazah Covid-19. Saya ikut menunggu dari pemulasaran jenazah sampai ke pemakaman,” ungkap Suharno.

Dalam berjibaku menangani pasien Covid-19, ia dibantu oleh tim relawan dibentuknya. Relawan yang jumlahnya tak begitu banyak ini aktif mengurus penanganan Covid-19 khususnya di Gunungkidul.

Tak hanya di pusat Gunungkidul saja, tim Suharno siap melakukan penjemputan maupun pemakaman hingga ke pelosok wilayah. Begitu mendapat informasi tim segera berkoordinasi untuk secepatnya melakukan penanganan kepada masyarakat.

Bila tidak ada panggilan mengantar jenazah, Suharno sering menjemput lalu mengantar pasien Covid-19 yang kondisinya parah ke rumah sakit. Ia sadar masyarakat butuh pertolongan dan harus dibawa cepat ke rumah sakit agardapat tertolong.

Menyulap Mobil Pribadi Jadi Ambulan

Untuk dapat membantu para korban lebih banyak lagi, Suharno bahkan tak segan menyulap mobil pribadi miliknya menjadi ambulan. Siapapun bisa memanfaatkan layanan ini dan masyarakat tak pernah dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

Tak jarang jika para relawan tengah menangangi pasien maupun korba Covid-19, Suharno juga segan-segan mengantarkan sendiri urusan gawat darurat ini. Baginya nyawa sesama sangat penting artinya sehingga harus cepat dapat ditangani.

Ia pun menceritakan pengalamannya berjuang sebagai relawan. Selain harus siap 24 jam, banyak pengalaman di lapangan yang ia peroleh sehingga Suharno semakin memantapkan diri untuk mendermakan diri dan tenaganya dalam membantu menangani Covid-19 ini.

“Pernah waktu itu saya bersama tim menguburkan jenazah Covid-19 dalam semalam hingga dua kali. Saat itu angka kematian cukup tinggi, saking capeknya saya sampai ketiduran di ambulan pakai APD,” cerita Suharno.

Dengan turun langsung menjadi relawan Covid, Suharno merasakan langsung betapa berat beban relawan, baik secara fisik maupun psikologis. Hingga saat ini ia membiayai seluruh operasional timnya agar penanganan Covid-19 berjalan lancar.

Dalam setiap tugasnya sebagai relawan, ia tak henti-hentinya mengajak masyarakat patuh terhadap protokol Covid-19. Suharno mengingatkan bahwa Covid-19 itu nyata dan benar-benar ada di sekitar kita.

“Jangan abaikan wabah ini. Ancamannya nyata dan mematikan. Khusus kepada relawan, saya menaruh hormat kepada mereka, siapapun dan dimanapun mereka bekerja,” tegasnya.

Selain mengajak untuk taat protokol kesehatan 5M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, mengurangi aktivitas di luar rumah serta menjauhi kerumunan) ia juga meminta kepada masyarakat untuk mendukung program vaksinasi pemerintah. Dengan menjalani vaksinasi, selain akan menambah antibody terhadap virus Covid-19 juga dapat membentuk herd imunity atau kekebalan komunal di tengah masyarakat. (Van)

BERITA REKOMENDASI