Destinasi Berlatar Merapi Siap Sambut Wisatawan, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Status Gunung Merapi tak menyurutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk membuka obyek wisata. Libur Natal dan tahun baru dibidik untuk mampu menarik wisatawan di tengah masa pandemi, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan maupun mematuhi peringatan tentang status Merapi.

Seperti diketahui, Merapi saat ini ada pada level III atau Siaga. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan jarak bahaya Merapi saat ini ada pada radius 5 km dari puncak gunung. Artinya, radius lebih 5 km merupakan wilayah yang aman untuk masyarakat melakukan aktivitas.

“Sejak awal Merapi naik ke Siaga, rekomendasi dari kami pertama tentang panambangan dan KRB-3 (kawasan rawan bencana) untuk sementara tidak melakukan aktivitas di sana. Sampai saat ini rekomendasi tersebut tidak berubah. Di luar KRB-3 rekomendasi aman dan silakan masyarakat beraktivitasi,” tegas Kepala BPPTKG Hanik Humaida kepada KRJOGJA.com, Senin (14/12/2020).

Hal yang sama juga dikemukakan Ketua komisi A DPRD Sleman, Ani Martanti. Ia menuturkan saat ini sejumlah wisata di Sleman, khususnya yang memiliki latar Gunung Merapi masih aman terutama yang berada di luar radius bahaya 5 km.

“Wisatawan tidak perlu takut datang berkunjung ke destinasi wisata di Sleman. Selama tidak berada di radius bahaya dari Merapi, berarti tempat tersebut aman untuk dikunjungi,” kata dia.

Dengan kondisi tersebut, dipastikan wisatawan tetap bisa mengunjungi kawasan wisata berlatar Merapi, seperti salah satunya di kawasan Kecamatan Cangkringan. Destinasi di lereng Merapi saat ini yang ditutup hanya Bukit Klangon serta Kaliadem, penutupan itu karena lokasi wisata tersebut masih dalam radius 5 km dari puncak.

“Wisatawan wajib tahu jika destinasi di lereng Merapi saat ini yang ditutup hanya dua. Artinya semua destinasi yang berada di luar radius 5 km itu masih bisa dikunjungi wisatawan dengan aman,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto.

Salah satu destinasi belatar Merapi yang siap dikunjungi yakni Pallatina Glamping yang berlokasi di Dusun Petung Kecamatan Cangkringan. Tempat ini berjarak 8 – 9 km dari puncak Merapi sehingga dipastikan jauh dari zona bahaya.

Manajer Operasional Pallatina Glamping, Stepanus Prabowo menyatakan momentum libur akhir tahun ini pihaknya tetap beroperasi seperti biasa untuk menyambut wisatawan. Seperti halnya obyek wisata lainnya, tempat ini juga menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Para pengunjung tentunya diwajibkan mengenakan masker, mencuci tangan juga menjaga jarak. Berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan di tempat ini, seperti wastafel, petugas pemeriksa suhu tubuh maupun pembatasan jarak antrean.

Pallatina Glamping sendiri selama ini merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan di Sleman yang mengusung konsep ‘glamorous campinga’ atau kemah mewah yang menawarkan sisi petualangan. Selalu diselimuti udara segar dan adem, di tempat itu wisatawan bisa kemping secara nyaman dan memuaskan diri menikmati indahnya pemandangan Gunung Merapi saat pagi hari.

“Kami berharap wisatawan juga tidak perlu cemas tentang pemberitaan Merapi karena lokasi destinasi kami juga di luar potensi jarak bahaya Merapi. Jadi tempat ini aman untuk dikunjungi,” ujar Stepanus.

Stepanus menyebutkan, pihaknya bersama pelaku wisata lain di Kecamatan Cangkringan juga telah mendapatkan edaran dari Pemda Sleman bahwa daerah Desa Umbulharjo dan Petung aman. “Jeep Lava Tour, restoran, dan tempat wisata di sekitar juga masih beroperasi,” katanya.

Menurutnya para pelaku wisata juga selalu memantau status Merapi, berdiskusi dengan pihak berwenang dan memberikan update kepada tamu. “Sejauh ini kondisi Merapi masih terpantau aman dari tempat kami,” tambahnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI