Dewan Soroti Semrawutnya Kabel di Kota Yogyakarta

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Semrawut kabel listrik di sejumlah ruas jalan di Kota Yogyakarta menjadi sorotan dewan. Tidak tertatanya kabel beraliran listrik ini dikhawatirkan akan mengancam keselematan manusia, disamping juga mengganggu pemandangang kota ini secara visual.

Pemandangan kabel listrik dan jaringan internet fiber yang tampak berantakan terlihat jelas di kawasan Timoho hingga ke kawasan Kampus UIN, di seputar kampus UAD Umbulharjo, akses menuju Glagahsari hingga ke XT Squere, kawasan Gondokusuman, dan pertokoan di seputar Prawirotaman. Di kawasan ini, sampah-sampah kabel internet juga terlihat bergantungan.

Anggota Fraksi NasDem sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Dwi Candra Putra menegaskan fraksinya siap mengawal perbaikan kabel jalanan dengan menerapkan sistem ducting atau kabel bawah tanah mulai tahun 2022. Dewan juga telah membentuk panitia khusus (pansus) untuk memantau secara langung jalannya proses ini.

“Semrawutnya kabel di jalanan akan dibenahi tahun depan mengingat keterbatasan keuangan yang ada. Fokusnya mulai dari wilayah pusat Kota Yogyakarta,” kata Dwi Candra Putra, Kamis (29/09/2021).

Menurut Candra, permasalahan ini sudah dirumuskan ke dalam Rancangan Peraturan Daerah dan sudah disetujui pada bulan Agustus 2021. Perda dibutuhkan untuk menata ulang kabel semrawut sekaligus mengatur tata cara pemasangan kabel agar tidak mengganggu tata ruang.

“Rancangan Perda tentang penataan telekomunikasi pasif akan menata kabel jalanan dengan sistem ducting. Ini sudah melalui pembahasan dan final sejak awal bulan kemarin,” kata Ketua Bappilu NasDem Kota Yogyakarta itu.

Melalui Rancangan Perda sosialisasi perbaikan tata kelola kabel akan digencarkan kepada seluruh pihak. Perusahaan penyedia jasa layanan internet, ke depan pihak swasta yang selama ini terlibat dalam pemasangan kabel fiber optik akan kooperatif dan turut menjaga keindahan tata kota.

Diakuinya, kabel utilitas yang melintang di udara memang membantu elektrifikasi maupun koneksi jaringan internet. Tetapi, aturan tata kelola dan pemasangan menjadi perhatian Pemkot dan DPRD. “Agar tidak mengganggu pemandangan dan mencegah risiko korsleting listrik,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI