Disiplin Prokes, DIY Siap Masuk Zona Hijau

Editor: Ivan Aditya

HAMPIR dua bulan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diberlakukan di DIY. Kini berangsung-angsur daerah ini menunjukkan tren yang lebih baik. Sekarang Kota Pelajar ini telah berada pada Level 2 atau zona kuning dan bersiap untuk memasuki zona hijau (Level 1). Kerjasama yang solid antara jajaran pemerintahan, aparat dan masyarakat serta kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan menjadi kunci utama.

DIY pernah mengalami puncak tertinggi angka harian penambahan Covid-19 pada bulan Juli lalu. Saat itu angka penambahan perhari bisa mencapai lebih dari 1.000 kasus dan itu berlangsung hingga beberapa minggu.

Strategi cepat pemerintah pusat dilakukan dengan menerapkan PPKM Level 4 di DIY. Pemerintah daerah segera menindaklanjuti keputusan tersebut dengan melakukan berbagai pembatasan.

Tempat-tempat keramaian dan jalan-jalan protok ditutup, akses perbatasan antara provinsi maupun kabupaten dilakukan penyekatan. Bahkan beberapa perkantoran harus ditutup sementara waktu dan hanya menyisakan beberapa sektor saja yang diperbolehkan tetap buka.

Sejenak DIY seperti mati suri. Perekonomian pincang, bahkan nyaris terhenti. Beberapa pekerja terpaksa dirumahkan cukup lama sembari menanti kondisi kembali membaik.

Sepintas getir itu harus dirasakan masyarakat, namun itu langkah terbaik dilakukan pemerintah pusat maupun daerah guna menyelamatkan warga dari wabah Covid-19. Satu yang dapat mengakhiri semua itu yakni patuh akan prokes 5M dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauh dari keramaian dan mengurangi aktivitas.

Kesadaran masyarakat berbuah manis, perlahan angka harian Covid-19 menunjukkan penurunan. Dari yang semula berada pada Level 4 turun Level 3 dan kemudian menjadi Level 2.

Dengan semakin membaiknya kondisi tersebut zona hijau untuk wilayah DIY sudah di depan mata. Harapan masyarakat untuk dapat beraktivitas kembali kian terbuka dan tinggal menunggu waktu.

Data dari Satgas Covid-19 DIY menunjukkan angka harian positif Covid pada Minggu (24/10/2021) terdapat 25 kasus, kesembuhan sebanyak 36 kasus dan meninggal dunia 1 kasus. Dengan penambahan tersebut maka total terkonfirmasi positif Civid-19 menjadi 155.657 kasus, kesembuhan 150.009 kasus dan meninggal dunia 5.241 kasus.

Juru bicara Satgas Covid-19 Bidang Kesehatan DIY, Berty Murtiningsih mengatakan kasus terkonfirmasi positif menurut domisili wilayah menunjukkan Kabupaten Sleman terjadi penambahan 9 kasus dan Gunungkidul 7 kasus. Sedangkan untuk Kota Yogyakarta, Kabupaten dan Kulonporogo masing-masing terdapat 3 kasus.

“Distribusi kasus sembuh menurut domisili wilayah yakni Kabupaten Bantul 10 kasus, Sleman 8 kasus. Kota Yogyakarta, Kulonprogo dan Gunungkidul masing-masing ada penambahan sebanyak 6 kasus. Sedangkan kasus meninggal hari ini hanya ditemukan 1 kasus yakni di Bantul,” kata Berty Murtiningsih.

Capaian vaksinasi di DIY dosis pertama sebesar 91,46% sedangkan yang belum menerima 8,44%. Prosentase tersebut berdasar jumlah sasaran vaksinasi sebesar 2.879.699 orang.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X selalu mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan prokes meski beberapa aktivitas dan fasilitas telah mulai dibuka. Sultan berharap lonjakan positif Covid-19 beberapa bulan lalu tak terjadi lagi.

“Masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan. Bagaimanapun kondisi masih fluktuatif,” ungkap Sultan.

Jika masyarakat tak disiplin prokes dan kembali terjadi lonjakan maka bukan tidak mungkin pembatasan akan kembali diberlakukan di DIY. Konsekuensinya jika hal itu terjadi tentunya yang paling terkena dampaknya adalah sektor ekonomi.

Gubernur berharap penurunan level ini tak menjadikan masyarakat lupa diri. Tetap masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak bekepentingan sehingga tak menimbulkan potensi penyebaran virus Covid-19.

“Kalau tidak perlu tidak usah usah pergi. Yang penting hati-hati, kalau tidak perlu tidak usah pergi,” kata Sultan.

Sementara itu dari 45 kalurahan di Kota Yogyakarta, hampir semuanya sudah berstatus kuning. Hanya tersisa satu kelurahan yang masih berstatus zona oranye yakni Kelurahan Pakuncen.

Jika sebelumnya pertumbuhan kasus dibawah 10 kasus perhari namun kini sudah dibawah lima kasus baru perhari. Total kasus aktif yang menjalani perawatan juga sekitar 100 kasus, sedangkan untuk kapasitas ratarata bed rumah sakit khusus Covid-19 berada pada kisaran 8,3 persen, kapasitas tempat isolasi terpadu juga hanya 6,43 persen.

“Intinya jangan sampai kita menjadi abai menerapkan protokol kesehatan meski kasus sudah tergolong rendah,” kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. (Van)

BERITA REKOMENDASI