Dugaan Pelanggaran Proyek Pipa, Forpi Hormati Proses Ditangani Inspektorat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta menghormati proses yang saat ini tengah berjalan terkait adanya aduan prihal dugaan pelanggaran dalam proyek penggantian pipa distribusi utama jenis asbes cement pipe (ACP) di Kota Yogyakarta. Pengaduan saat ini sudah diterima pihak Inspektorat Kota Yogyakarta untuk ditindaklanjuti.

“Kita menghormati proses yang berjalan di Inspektorat. Apapun nanti keputusannya harus dihormati dan dijalankan,” tegas Anggota Forpi Kota Yogyakarta, Baharuddin Kamba saat dihubungi, Senin (20/09/2021).

Ia mengatakan selama proses tersebut masih berjalan, maka proyek masih tetap menjadi tanggungjawab perusahaan pemenang lelang. Namun jika telah ada keputusan mengatur tentang itu maka pihak-pihak yang terkait dengan proyek tersebut harus mematuhi dan menjalankannya.

Sementara tentang adanya dugaan dokumen fiktif yang dilampirkan dalam proses lelang, Baharuddin Kamba tak mau berspekulasi tentang itu. Ia menyatakan yang berhak membuktikan dokumen tersebut palsu atau tidak hanyalah pengadilan.

“Adanya dugaan fiktif dokumen, itu nanti dibuktikan di pengadilan. Dengan itu bisa diketahui dokumen tersebut palsu atau tidak,” jelasnya.

Pemerhati lelang, Aris Dian menjelaskan suatu kontrak dapat dihentikan jika terdapat suatu masalah ataupun laporan. Bilamana nantinya laporan itu benar dan terbukti maka lelang tersebut harus dilakukan evaluasi ulang.

“Bisa dilakukan evaluasi ulang walau itu sudah kontrak. Tapi semua itu harus dibuktikan dengan mekanisme yang berlaku,” ungkapnyan.

Diberitakan, proyek pengadaan pipa senilai lebih dari Rp 8 miliar tersebut dimenangkan oleh salah satu pusahaan asal Jawa Timur pada Agustus lalu. Namun belum lama ini ada aduan dilayangkan terkait dugaan adanya kejanggalan pada dokumen yang disertakan saat proses lelang. (Van)

BERITA REKOMENDASI