Eks Karyawan Hotel Minta Perusahaan Segera Laksanakan Putusan Hakim

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Belasan mantan pekerja PT Griya Asri Hidup Abadi mendatangi Pengadilan Hubungan Industrial Yogyakarta, Selasa (07/06/2022). Kedatangan mereka untuk mengucapkan rasa syukur dan mengapresiasi putusan hakim yang memenangkan gugatan mereka.

Para pekerja ini merupakan karyawan Hotel Grand Quality Yogyakarta dibawah manajemen PT Griya Asri Hidup Abadi. Mereka diberhentikan sepihak tanpa ada kejelasan maupun diberikan hak-hak lain yang seharusnya diterima.

Astuti, salah seorang karyawan mengaku bersyukur atas putusan hakim. Putusan ini merupakan penantian panjang hampir setahun bersama sekitar 37 karyawan lainnya.

“Putusan kemarin kami merasa lega akhirnya perjuangan selama ini memberikan hasil. Harapannya apa yang menjadi hak para karyawan dapat segera kami terima,” katanya disela aksi.

Astuti mengaku saat diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan, praktis tak ada pemasukan bagi keluarga. Apalagi saat itu pandemi Covid-19 masih melanda dimana situasi ekonomi serba tak menentu.

Ia mengatakan sebenarnya para pekerja telah menempuh upaya mediasi dengan pihak perusahaan, namun hal itu tak mendapat hasil seperti yang diharapkan. Oleh karena itu para pekerja ini akhirnya memutuskan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah ini.

Kuasa hukum para pekerja, Arif Faruk SH mengatakan, sebelumnya sudah ada sekitar 168 karyawan yang telah mendapatkan haknya. Tinggal 38 orang karyawan ini yang belum mendapatkan haknya dan harus melalui proses panjang hingga akhirnya mereka dapat memenangkan perkara ini.

Perselisihan hubungan industrial ini menurutnya bermula ketika pihak perusahaan menghentikan kegiatan operasional hotel dengan alasan pendemi Covid-19 sekitar April 2020. Sejak itu pihak perusahaan tidak lagi membayar upah para pekerja.

Hal ini dilakukan tanpa musyawarah dan perundingan dengan pihak pekerja. Penderitaan para pekerja terus berlanjut karena pihak perusahaan menghentikan premi BPJS Kesehatan sejak September 2020 dan BPJS Ketenagakerjaan sejak April 2020.

“Kami menyambut gembira putusan majelis hakim yang berani menegakkan aturan hukum dan memutuskan berdasarkan fakta dan bukti selama persidangan. Meminta agar perusahaan mematuhi anjuran dan membayarkan pesangon secara tunai,” tegasnya bersama Odie Hudiyanto SH. (*)

BERITA REKOMENDASI