Elevasi Air Embung Sendangtirto Capai Target Ketinggian 2,25 Meter

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Proyek pembangunan Embung Sendangtirto telah mampu mencapai target elevasi air setinggi 2,25 meter. Ketinggian elevasi itu murni diperoleh dari sumber mata air yang terdapat di lokasi pembangunan embung. Nantinya air dengan total volume sebesar 19.500 meter kubik tersebut akan dapat dipergunakan mengairi sawah warga di lima padukuhan wilayah Sendangtirto yakni Klakah, Jetak, Sendang, Minggiran, Sribit

Seperti dikatakan Asisten Site Manager PT Dwi Daya Lestari, Adhi Wira progres pembangunan Embung Sendangtirto telah mencapai 60 persen. Sebelumnya, dengan melibatkan sekitar 100 pekerja proyek ini telah menyelesaikan pembangunan bagian utama yakni pemasangan bronjong dan penguatan dinding embung.

“Saat ini memasuki tahap pembangunan pendukung embung diantaranya pembuatan gazebo, toilet, rumah jaga, water tower. Juga pemasangan paving blok untuk jogging track, tempat parkir, akses jalan dan pemasangan pemasangan hand railing,” kata Adhi Wira disela memantau pembangunan Embung Sendangtirto, Senin (06/09/2021).

Nantinya gazebo yang akan dibangun sebanyak tiga unit dan terletak di sisi barat embung. Gazebo utama berukuran 3 x 7 meter akan diapit oleh gazebo ukuran kecil. Selain itu lokasi kompek embung yang nantinya juga akan dijadikan sebagai obyek wisata ini akan dilengkapi dua unit kamar kecil.

“Dalam minggu-minggu ini tahapan yang akan dikerjakan yakni pemasangan instalasi listrik. Kemarin kami telah melakukan pengukuran kabel yang dibutuhkan dan kini tinggal pengadaan saja, “ tambah Adhi Wira.

Daya listrik yang akan dipasang di komplek Embung Sendangtoirto nantinya akan berkekuatan 2200 watt. Besarnya daya tersebut akan cukup untuk memenuhi penerangan di lokasi embung maupun kebutuhan lainnya guna mendukung sarana dan prasarana tampat ini.
Proyek senilai Rp 8,6 miliar ini harus sudah selesai dikerjakan hingga November mendatang, namun demikian PT Dwi Daya Lestari menargetkan akan menyelesaikan proyek ini pada akhir Oktober. Sisa waktu yang ada nantinya akan dipergunakan untuk pemeriksaan akhir sehingga saat peresmian nantinya embung ini benar-beran siap dioperasikan.

“Setelah selesai nantinya kami masih bertanggungjawab atas pembangunan embung ini selama 150 hari. Jika ditemukan adanya kerusakan maka masih menjadi tanggungjawab kami dan segera akan dilakukan perbaikan. Namun demikian kami harap hal itu tidak terjadi, karena pembangunan embung ini telah kami lakukan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI