Embung Sendangtirto Kebut Pembangunan Bronjong

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Progres pembangunan proyek Embung Sendangtirto di Berbah Sleman kini telah mencapai 40 persen. Tahapan yang dilakukan saat ini yakni pembangunan bangunan utama yang terdiri dari pemasangan bronjong dan penguatan dinding embung. PT Dwi Daya Lestari sebagai pelaksana pembangunan menargetkan proyek seluas 11.500 meter peresegi tersebut akan rampung dikerjakan hingga Oktober mendatang.

Asisten Site Manager PT Dwi Daya Lestari, Adhi Wira mengatakan batas waktu pengerjaan yang diberikan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) yakni hingga November mendatang. Namun demikian pihaknya akan menyelesaikan proyek ini dalam dua bulan mendatang.

“Kami targetkan selesai pada akhir Oktober yang akan datang. Sisa waktu pada minggu-minggu terakhir nantinya akan kami manfaatkan untuk finishing dan final cek. Sehingga pada November nantinya dapat benar-benar telah selesai tanpa ada kekurangan,” kata Adhi Wira di lokasi pembangunan Embung Sendangtirto.

Adhi Wira mengatakan pembangunan proyek senilai Rp 8,6 miliar ini telah dimulai pada 26 Maret lalu. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan proyek tersebut yakni selama 210 hari atau delapan bulan.

Dengan pembangunan yang dilakukan nantinya embung ini mampu menampung air hingga total volume mencapai 19.500 meter kubik. Air embung ini berasal dari mata air yang terdapat di sekitar lokasi pembangunan yang debitnya mencapai 39,56 liter perdetik.

Lurah Sendangtirto, Sardjono Amd Par menjelaskan nantinya air dari embung ini bisa untuk mengairi 20 – 30 hektar sawah yang ada di lima padukuhan yakni Klakah, Jetak, Sendang, Minggiran, Sribit. Sebelumnya petani di lima padukuhan tersebut hanya memanfaatkan pengairan dari air sungai Bendung Klontongan di sebelah barat dan Bendung Blendangan di sisi timur.

“Diharapkan dengan embung ini kesejahteraan petani akan lebih meningkat. Petani tak perlu khawatirakan terhadap kekeringan karena air embung ini akan cukup untuk mengairi sawah mereka,” jelasnya.

Embung ini nantinya juga akan dimanfaatkan untuk mendukung obyek wisata di Sendangtirto. Seperti diketahui, kalurahan di tenggara Sleman ini memiliki beberapa obyek wisata religi seperti Masjid Wotgaleh maupun Makam Purboyo.

“Pengelolaan embung kami serahkan kepada Pemprov maupun Pemkab. Pada intinya kami minta dibuatkan embung supaya bisa mengairi sawah pertanian lima padukuhan di Sendangtirto,” pungkasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI