F-Hukatan KSBSI Gelar Kongres di Magelang

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (F-Hukatan KSBSI) pada 25-27 Maret 2021di Kota Magelang Jawa Tengah menggelar agenda Kongres KE VI. Acara pembukaan akan dihadiri pimpinan KSBSI dan perwakilan federasi yang berafiliasi, jaringan internasional dan birokrasi pemerintah.

Hadir dalam acara Adriani Sesditjen PHI dan Jamsos Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Nursana Marpaung Sekjen DPP Pusat F Hukatan KSBSI mengatakan kongres digelar tahun ini ada beberapa agenda besar yang akan dibahas. Diantaranya dalam pembahasan internal pastinya akan memilih pengurus yang baru periode 2021-2024. Kemudian membahas amandemen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO).

“Termasuk membahas program kerja DPP F HUKATAN KSBSI selama 4 tahun kedepannya,” ucap Nursana Marpaung, Kamis (24/03/2021).

Kongres dihadidir oleh delegasi Lampung, Temanggung, Bandar Lampung, Bogor Raya, Kota Jambi, Berau, Kutai Kertanegara, Samarinda, kutai, Asahan Tobasa, Indragiri, tanjung Barat, Nunukan, Sukabumi, Bengkalis, Bulungan, Sintang, Kapuas, Lampung Selatan.

Selain itu, Nursana mengatakan selama agenda kongres ini, akan diadakan beberapa program diskusi dalam menyikapi isu nasional, terkait kebijakan hubungan industrial. Seperti workshop omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja serta.

Lalu agenda dialog dialog sosial  dengan perwakilan PT Wilmar Internasional Group, Sinar Mas Group dan London Sumatera Group. “Setelah proses pemilihan ketua umum dan sekretaris jenderal FUKATAN KSBSI, kami juga akan mengadakan diskusi lagi dengan CNV Internasional. Untuk membahas evaluasi dan rencana program kerja kedepannya,” terangnya.

Selama 2 periode memimpin, Mathias mengatakan telah banyak pencapaian organisasi yang diraihnya bersama pengurus lainnya. Walau di sisi lain, memang ada beberapa target agenda yang belum terealisasi.

Untuk kedepannya F-HUKATAN KSBSI, dia mengatakan menargetkan bisa bergabung di Industri All. “Saya bersyukur, F-Hukatan KSBSI, yang terdiri dari sektor kehutanan, perkayuan, pertanian, perkebunan dan industri umum telah memiliki posisi tawar yang semakin meningkat. Dari tingkat nasional dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Sebagai salah satu orang yang memprakarsai berdirinya F-Hukatan KSBSI pada 1997, dia berharap serikat buruh ini bisa lebih profesional. Baik dari manajemen dan penataan keanggotaan organisasi harus lebih rapi. Termasuk membangun lebih giat kampanye dan kegiatan organisasi lewat berbagai media di era digitalisasi.

Saat ini F-Hukatan KSBSI sudah menyebar di 27 provinsi. Untuk yang aktif 15 provinsi dan 98 dewan pengurus cabang dan pengurus komisariat ada 400 perwakilan yang menyebar di seluruh Indonesia. Intinya, dia berharap pengurus yang terpilih nanti, F-Hukatan KSBSI bisa menjadi organisasi mandiri menjalankan roda organisasi, tidak lagi serba ketergantungan. (*)

BERITA REKOMENDASI