Fasilitas Shelter Terpadu Dituntut Sesuai Standar Pemerintah

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kalurahan di Sleman terus menyiapkan shelter terpadu sebagai tempat karantina bagi penderita Covid-19. Kesiapan ini dilakukan menindaklanjuti kebijakan pemerintah daerah yang tak memperbolehkan warga melakukan isolasi mandiri di rumah.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sleman, Raudi Akmal mengatakan saat ini dewan terus mendorong pemerintah untuk mempersiapkan fasilitas-fasilitas di shelter terpadu. Sehingga saat shelter tersebut nantinya ditempati maka warga pasien Covid-19 akan nyaman untuk tinggal sementara sambil menunggu pemulihannya.

“Fasilitas yang ada itu bagaimana. Bednya bagaimana, proses rujukannya seperti apa bilamana nanti perlu dilakukan. Tak ketinggalan yaitu proses pengawasannya, harus ketat sehingga warga baru boleh keluar shelter saat benar-benar sembuh,” tegas Raudi Akmal di Sleman, Selasa (03/08/2021).

Raudi Akmal menambahkan kondisi shelter terpadu tingkat kalurahan ini juga berbeda-beda pada tiap daerah. Ada memang sudah benar-benar layak, namun ada pula yang kesiapannya masih belum sempurna.

Ia berharap tiap-tiap kalurahan memiliki dapat memiliki shelter terpadu untuk warganya masing-masing. Ia juga meminta fasilitas shelter juga harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Raudi Akmal juga mengingatkan kepada pasyarakat untuk segera ke shelter terpadu jika terkonfirmasi Covid-19. Menurutnya isolasi mandiri di rumah dinilai tidak efekti, justru potensi penularan kepada anggota keluarga maupun tetangga malah lebih tinggi.

“Jika pasien isolasi di rumah nanti tidak tertangani dengan baik, tapi ketika mereka menjalani isolasi secara terpusat maka akan mudah dalam pengawasan pasien. Karena saat ini kasus meninggal karena isolasi mandiri cukup mengkhawatirkan jadi harus diambil tindakan cepat,” katanya.

Pengelola Asrama Haji, Muhammad Ali Mustain mengungkapkan tempat yang ditunjuk sebagai shelter terpadu ini memiliki 76 kamar yang berada di Gedung Musdalifah. Data hingga Sabtu (31/07/2021) lalu tempat ini setidaknya menampung 40 pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).

Ia juga mengatakan fasilitas yang ada di shelter ini cukup untuk menampung pasien. Perlengkapan lain seperti alat pelindung diri (APD) maupu oksigen juga cukup untuk menunjang petugas dalam merawat pasien.

“Untuk oksigen saat ini ada empat tabung, namun yang terisi hanya satu. Jumlah satu tabung cukup, karena pasien di sini merupakan OTG jadi tidak sampai menunjukkan gejala. Namun bila kemudian menunjukkan gejala maka akan segera kami larikan ke rumah sakit,” jelasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI