Forum Komunikasi Aktivis Masjid Buka Bersama Anak Yatim

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Bahagiakan anak yatim saat Ramadan, DPW Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) DIY berbagi bingkisan untuk anak yatim. Kegiatan yang bertajuk ‘Bersatu Dalam Kebaikan di Bulan Ramadan, Berbagi Bingkisan Yatim Ceria’ ini membagikan 70 paket takjil dan 40 bingkisan untuk anak-anak yatim yang berdomisili di Desa Deresan Gumuk Kadisono Kadirojo dan Ringinharjo dari Kalurahan Bantul Palbapang Pandak serta Pajangan Bantul.

Kegiatan ini dilaksanakan di Limasan Sanggar Al Quran FKAM Jomblang RT.02 Kadirojo Palbapang Bantul, Minggu (03/04/2022). Tausiah diisi dengan siraman rohani oleh Ustadz Ganis Wahyu.

“Kegiatan ini terselenggara berkat kemurahan hati dan kedermawanan bersama para stakeholder dan munfiq yang diperuntukkan bagi hal-hal yang berada di jalan Allah SWT,” kata Widodo selaku Plh DPD FKAM Bantul.

Widodo menuturkan, kegiatan ini ingin membersamai generasi penerus bangsa agar menjadi generasi saleh dan salihah yang bermanfaat bagi tanah air. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang baik serta membangun semangat putra putri penerus bangsa untuk lebih giat belajar dalam upaya membangun negeri kita tercinta,” ujarnya.

Widodo menegaskan, DPW FKAM DIY akan terus melakukan kegiatan amal selama bulan puasa ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi orang banyak. Terutama bagi para generasi muda. “Mari dukung mereka untuk meraih cita-cita dan membentuk akhlak yang mulia untuk bersama-sama membangun NKRI,” ungkapnya.

Meningkatnya jumlah anak yatim sebagai dampak Pandemi COVID-19, kata Widodo, sangat menuntut kepedulian kita untuk membuat mereka tetap ceria walaupun kehilangan pahlawan dalam keluarganya. Apalagi Islam mengajarkan agar kita menyayangi anak-anak yatim supaya kita tidak termasuk ke dalam salah satu ciri orang yang mendustakan agama.

“FKAM sebagai lembaga nirlaba dalam bidang filantropi tergerak untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan berbagai kegiatan sosial, salah satunya dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan duafa,” imbuhnya.

Menurut Widodo, Ramadan 1443 H merupakan momentum yang sangat penting dalam memupuk rasa peduli dan empati terhadap sesama, termasuk anak yatim. “Pada bulan yang agung dan penuh berkah ini kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan berbagi, termasuk memberikan takjil,” ucapnya.

Widodo menyampaikan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat akan pentingnya persatuan dan kekompakan dalam hal peduli dan berbagi untuk sesama, khususnya kepada anak-anak yatim.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam mensukseskan acara ini khususnya bagi para donatur yang menitipkan sebagian hartanya, semoga mendapatkan balasan yang lebih baik,” tuturnya.

Sebelumnya, DPW FKAM DIY telah menggelar Silaturahmi dan Sarasehan dengan tema ‘Tumbuhkan Toleransi, Bentengi Diri Dari Provokasi’, baru-baru ini.

“DPW FKAM DIY mengajak sebanyak 50-an takmir masjid dari 5 kabupaten dan kota se-DIY dan segenap Relawan FKAM yang hadir untuk ikut berperan aktif dalam membangun opini dan wacana tentang indahnya kerukunan dan toleransi antar umat beragama di masyarakat, dengan jalan menyikapi semua perbedaan yang ada secara dewasa dan bijaksana,” terang Rahmat Budiyanto, S.Pd selaku Ketua DPW FKAM DIY.

Supaya, tercipta situasi yang kondusif, aman, nyaman, khusyuk sebelum, selama dan sesudah bulan puasa. “Sehingga dapat meminimalisir terjadinya konflik horizontal di masyarakat, baik itu konflik eksternal maupun konflik internal yang dapat merapuhkan sendi-sendi kehidupan bangsa dan merongrong keutuhan NKRI,” jelasnya.

Rahmat menegaskan arti penting toleransi yang sangat dibutuhkan untuk meredam isu-isu yang terjadi selama beberapa bulan terakhir. Seperti polemik suara adzan, lalu logo halal yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI, kemudian sosialisasi SE Menag RI tentang pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musala, dan dikeluarkannya fatwa MUI terkait pelaksanaan ibadah di saat Pandemi COVID-19 yang mengijinkan umat islam melakukan aktifitas keagamaan di Bulan Ramadan dan perlunya pengawasan agar tetep menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. (*)

BERITA REKOMENDASI