Hari Amal Bakti ke-12, MTsN 9 Bantul Berprestasi di Tengah Pandemi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Memperingati hari jadinya ke-12, MTsN 9 Bantul (Masemba) menggelar Hari Amal Bakti (HAB) yang dipusatkan di madrasah setempat, Sabtu (13/03/2021). Dengan tema ‘Berprestasi di Masa Pandemi, Berbagi dengan Hati’, Masemba ingin mengimplementasikan slogan MTsN 9 Bantul ‘Happy Students, Successful Masemba : Siswa Senang, Guru Senang, Orang Tua, Prestasi Gemilang’.

Acara puncak HAB ini diisi dengan pengajian karena bersamaan agenda peringatan hari besar Isro’ Mi’roj yang menghadirkan Ustadz Saijan. Kegiatan ini turut dihadiri pula Kepala Kanwil Kemenag DIY, Drs. H.Edhi Gunawan, MPd.I.

Kepala MTsN 9 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag, M.M menyampaikan dalam HAB kali ini dibagikan 160 paket sembako dan sejumlah uang kepada warga kurang mampu di sekitar madrasah maupun keluarga siswa siswi yang membutuhkan. Pemberian bantuan ini akan dilakukan dalam dua tahap dimana tahap berikutnya bakal dilaksanakan pada bulan April mendatang.

“Dana sembako tersebut berasal dr kumpulan dana One Day One Thousand (ODOT) yaitu infak siswa dan guru yang menjadi salah satu program unggulan Masemba. Ada pula bantuan dari pihak lain karen jalinan kerjasama antara madrasah dengan masyarakat dan berbagai instansi,” kata Nur Hasanah Rahmawati.

Selain pemberian bantuan, dalam perayaan ini juga dilakukan penyerahan hadiah bagi siswa berprestasi maupun pemenang lomba baik internal maupun eksternal. Sebelumnya MTsN 9 Bantul telah menggelar berbagai lomba bagi guru dan siswa eksternal, dimana 10 cabang lomba diadakan khusus bagi siswa siswa kelas 6 SD se-Indonesia.

“Selain itu pada tahun 2020 kami sudah meraih 45 prestasi dan penghargaan, 8 prestasi internasional, 14 prestasi nasional dan yang lainnya prestasi regional tingkat provinsi maupun kabupaten. Bahkan seorang siswa kami merhasil menjadi juara 1 Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat provinsi mengalahkan peserta dari sekolah-sekolah negeri favorit,” jelasnya.

Nur Hasanah Rahmawati menambahkan dalam usianya yang ke-12, MTsN 9 Bantul akan terus berinovasi dalam melaksanakan program-program yang telah direncanakan. Salah satu yang menjadi keunggukan MTsN 9 Bantul yakni adanya program pembagian kelas siswa yang dilakukan sejak awal pendaftaran masuk madrasah atau mulai dari kelas 7.

Kelas A atau Kelas Tahfidz yakni bagi siswa yang telah hafal Al Quran minimal hingga juz 30, Kelas B merupakan Kelas Akademik dimana diisi oleh siswa yang memiliki prestasi misal memenangkan berbagai lomba mata pelajaran maupun siswa peraih ranking atas di bangku SD. Ada pula Kelas C dan D yang merupakan Kelas Kompetensi yakni bagi siswa yang memiliki kompetensi unggul non akademik misalnya olah raga, seni maupun bidang lainnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag DIY, Edhi Gunawan menjelaskan perkembangan madrasah di DIY dalam lima tahun terakhir berkembang sangat pesat. Kehadiran madrasah mulai dirasakan di tengah masyarakat, ini terbukti dengan makin banyaknya orangtua maupun wali murid mendaftarkan anaknya di madrasah.

“Beberapa madrasah bahkan tidak bisa menerima anak didik baru karena terbatasnya kapasitas dan kuota penerimaan, contohnya pada penerimaan tahun 2020/2021 lalu. Terkait dengan kapasitas, bila masih ada lahan kami akan membangun madrasah yang ada di Yogya dengan menggunakan mekanisme anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),” terangnya.

Terkait proses belajar mengajar tatap muka secara langsung di madrasah, Edhi Gunawan berharap itu dapat dilakukan pada awal tahun ajaran baru mendatang. Hal itu sesuai dengan instruksi dari Kementerian Kemendikbud dengan diimbangi dengan melakukan berbagai persiapan secara bertahap, salah satunya dengan program vaksinasi bagi para tenaga pendidik diharapkan dapat selesai pada bulan Juni mendatang. (Van)

BERITA REKOMENDASI