IFA Gelar Peragaan Busana Karya Pelajar SMK

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Indonesia Fashion Art (IFA) menggelar paragaan busana karya siswa-siswi SMK yang dihelat di Sleman City Hall (SCH), Sabtu (10/04/2021). Sebanyak kurang lebih 90 busana karya para pelajar dari 16 SMK di DIY dan Jateng dipamerkan dalam ajang fashion show tersebut mulai dari busana casual, karnaval, baju muslim maupun konvensional hingga gaun pesta.

Sebagai organisasi yang selama ini konsen dalam bidang fashion lokal, IFA merasa terpanggil untuk turut mengembangkan potensi siswa-siswi SMK. Ajang ini sekaligus memberikan ruang bagi desainer muda dari bangku SMK untuk berkreasi menampilkan karya-karyanya.

“Ini sebagai wujud kepedulian IFA terhadap kemajuan dunia pendidikan. Bagi SMK yang besar menyelenggarakan fashion show hal yang mudah, tetapi bagi sekolah yang masih 2 hingga 3 kelas atau satu leting saja tentunya menyelenggarakan ini bagi mereka agak susah. Kami memberikan tempat bagi mereka untuk berkreasi,” kata Ketua IFA, Yulvita Paramita Sewi disela kegiatan.

Walau masih taraf pelajar, namun karya busana yang ditampilkan para siswa-siswi SMK ini sangat memukau dengan berani memadupadankan berbagai ornamen di dalamnya. Bahkan Yulvita mensejajarkan rencangan mereka itu sudah seperti desainer muda yang penuh dengan idealisme dalam setiap karya-karyanya.

Ajang ini menurut Yulvita juga sekaligus gebrakan bagi SMK untuk menunjukkan eksistensinya ditengah masa pandemi. Walau dalam serba keterbatasan, namun SMK tetap mampu mengajarkan ilmu kepada para siswa-siswi untuk terus berkarya pada bidang maupun jurusan masing-masing.

Tak hanya memberikan ruang berkreasi saja, IFA kedepan juga akan turut andil dalam memasarkan produk-produk fashion karya pelajar SMK. Salah satunya dengan menggelar pameran busana yang didalamnya menggandeng instansi pemerintah maupun swasta.

“Kedepan kita ada kerjasama dengan SMK. Kita kembangkan produk-produknya, karena setiap sekolah memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Jadi sekolah ini keunggulannya apa, itu yang akan kita dorong pemasarannya,” ungkap Yulvita.

Ia berharap perkembangan fashion di daerah, khususnya pada tingkat SMK dapat lebih berkembang lagi. Karena dari bangku SMK banyak hal yang dapat dilakukan guna membuka lapangan kerja bagi para lulusannya untuk dapat hidup lebih mandiri.

“Kurikulum SMK sekarang banyak kepada garmen, tapi kenyataan tidak hanya garmen saja yang membutuhkan lulusan SMK. Memotivasi siswa SMK untuk dapat berdikari, minimal modiste atau ditingkatkan lagi untuk bisa menjadi desainer,” pungkasnya.

Kegiatan IFA berlangsung selama dua hari mulai Sabtu (10/04/2021) hingga Minggu (11/04/2021). Selain peragaan busana digelar pula pameran produk-produk fashion dan lomba modeling. (*)

BERITA REKOMENDASI