Ikadin Tolak Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) dengan tegas menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Alasan penolakan tersebut karena wacana itu tidak sesuai dengan konstitusi yang ada.

“Ikadin secara institusi kita akan selalu bersandar pada konstitusi, kita tidak mau di luar dari konstitusi,” tegas Plt Ketua Umum Ikadin Roberto Hutagalung saat ditemui jelang Munas Ikadin di Hotel Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (09/03/2022).

Ia menegaskan KPU bersama pemerintah, DPR, Bawaslu dan DKPP sudah sepakat menyelenggarakan pemilu pada 14 Februari 2024 mendatang. Secara konstitusi keputusan itu sah dan tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan.

Dengan kata lain, masa jabatan presiden tetap harus selama lima tahun dan dapat dipilih lagi dalam dua periode. Selain itu pemilihan umum harus dilaksanakan setiap lima tahun dan tidak dapat ditunda maupun dimajukan.

“Ikadin mendukung keputusan pemerintah itu untuk melakukan (pemilu) pada tahun 2024. Itu adalah kesepakatan secara nasional sesuai dengan konstitusi yang ada bahwa kita harus melakukan itu secara 5 tahunan,” jelasnya.

Sebelumnya santer dilontarkan beberapa tokoh politik yang meminta masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo diperpanjang. Alasannya karena kepemimpinan Jokowi dinilai berhasil sehingga masih dibutuhkan masyarakat.

Ada pula wacana untuk mengundur pemilu satu atau dua tahun. Pernyataan itu sempat dilontarlam tokoh politik karena ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih akibat dihantam pandemi Covid-19. (*)

BERITA REKOMENDASI