Intibios Laboratorium, Solusi Terpadu Penanganan Covid-19

Editor: Ivan Aditya

PEKAN kedua bulan Januari 2021, seluruh kabupaten/kota se Yogyakarta mengalami lonjakan kasus. Angka positif di DIY tercatat sebanyak 16.656 kasus. Lonjakan ini merupakan efek libur panjang akhir tahun, dan turut berdampak pada tingginya positivity rate seluruh DIY. Hampir setiap hari terjadi lebih dari 200 kasus baru.

Bahkan, sejak akhir pekan lalu, sejumlah rumah sakit rujukan seperti RSA UGM, RS PKU Bantul, RS Panti Rapih, nyaris lumpuh mengatasi gelombang pasien yang terus berdatangan. Memang sejak sepekan terakhir, pasien positif Covid-19 kerap mengantre untuk tangani. Catatan ini menjadi pukulan berat bagi penanganan Covid-19 di Yogyakarta. Bila tak ada upaya ekstra, lonjakan kasus berpotensi terus terjadi.

Anggota Komisi VI DPR RI, Subardi menilai, sebaran kasus positif yang kian luas membutuhkan penanganan serius dari seluruh pihak, termasuk Pemerintah Daerah yang perlu menggencarkan tes massal. “Seluruh pihak punya kepentingan untuk mengendalikan Covid-19,” kata Subardi di sela-sela meninjau fasilitas kesehatan di Intibios Laboratorium, Jalan Godean, Km 5 Gamping Sleman, 17/1.

Kehadiran Subardi sebagai bentuk dukungan kepada Intibios yang sejak dua bulan terakhir gencar melayani tes Covid-19, baik Rapid, Swab Antigen dan PCR. Wakil rakyat asal Sleman itu mengapresiasi layanan Intibios dengan metode tracing (penelusuran), tracking (pelacakan), dan testing (pengujian).

“Saya apresiasi sepak terjang Intibios selama dua bulan terakhir. Sebagai kota wisata, Jogja memang perlu laboratorium yang melayani tes secara terpadu melalui tracing, tracking, dan testing. Jika ada tes yang hasilnya positif, petugas disini menelusuri riwayat pasien. Datanya kemudian diserahkan ke Satgas. Ini benar-benar efektif,” jelas Mbah Bardi, sapaan akrabnya.

Meski demikian, Subardi mengimbau agar masyarakat proaktif mencegah penularan Covid. Menurutnya, transmisi lokal sangat mudah terjadi di seluruh Yogyakarta yang setiap hari dikunjungi wisatawan. “Mengingat Jogja adalah kota wisata, transmisi lokal (klaster) bisa saja terjadi dengan cepat. Maka perlu kesadaran masyarakat. Jika terpapar, segera tes. Saya pun hampir setiap pekan swab disini,” jelasnya.

Vaksinasi Perlu Libatkan Swasta

Memasuki program vaksinasi nasional, Subardi mengusulkan agar pemerintah melibatkan swasta. Vaksinasi yang diawali oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Januari kini mulai dilakukan di sejumlah daerah. Namun menurutnya, pelibatan swasta seperti Intibios mampu mempercepat vaksinasi. “Perlu melibatkan swasta demi percepatan vaksinasi nasional. Sejauh ini peran swasta efektif menangani dan mengendalikan Covid-19,” kata Subardi.

Pelibatan swasta penting karena kapasitas dan teknologi kesehatan tidak merata di semua daerah. “Ini perlu kolaborasi. Penanganan Covid-19 tidak akan cepat selesai jika hanya dipikul pemerintah,” jelas Subardi.

Tes Covid-19 Cepat Akurat Terpercaya

Intibios membantu memetakan sebaran Covid-19 di Yogyakarta, terutama saat terjadi lonjakan kasus selama libur panjang tahun baru. Direktur PT Intibios Yogyakarta, Thomas Handojoyo mengatakan dalam sehari, Intibios memeriksa sampel hingga 500 per hari. Hasilnya (sejak pertama beroperasi pada 1 Desember 2020), sebanyak 667 sampel dinyatakan positif. 251 diantaranya merupakan warga berKTP luar DIY. Penambahan kasus baru banyak diketahui dari hasil tracing kontak erat kasus positif.

“Hasil tes positif meningkat sejak awal Januari. Selanjutnya kami koordinasikan dengan satgas untuk pemetaan kasus. Ini menjadi komitmen kami yang tidak sekedar melakukan tes, tetapi ada follow up dari temuan kasus positif,” jelas Handojoyo.

Intibios laboratorium menjadi rujukan dari berbagai klinik dan rumah sakit karena dilengkapi kontainer Biosafety Level (BSL)-2 plus yang langsung menganalisis berbagai macam sampel. Seluruh perlengkapan dan fasilitas medis memenuhi standarisasi WHO. Dengan kelebihan itu, hasil tes polymerase chain reaction atau PCR dapat diketahui hanya dalam jangka waktu kurang dari 24 jam (same day). Hasilnya pun cepat akurat dan terpercaya.

“Betul (sebagai rujukan), karena kami dilengkapi dengan teknologi laboratorium untuk memeriksa hingga 1.000 sampel per hari. Fasilitas ini juga menunjang kami untuk memetakan kasus sebaran Covid-19 di Jogja,” kata Handojoyo.

Terkait tarif tes, Intibios mematok harga Rapid, Swab Antigen dan PCR sesuai standar dari pemerintah. Namun fokus dari kehadiran Intibios di Yogyakarta penanganan Covid secara terpadu didukung tenaga medis profesional.

“Kami didukung oleh tenaga medis profesional. Para analis kesehatan disini merupakan spesialis micro biologi. Laboratorium berstandar (BSL)-2 plus ini dapat beroperasi selama 24 jam, tergantung banyaknya sampel yang diperiksa maupun sampel kiriman,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI