Jaksa Tuntut Bendahara YIS 2 Tahun Penjara

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jaksa menuntut Bendahara Yogyakarta Independent School (YIS), Supriyanto dengan pidana penjara selama 2 tahun. Terdakwa dianggap bersalah telah melakukan tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik.

“Kami berkesimpulan bahwa terdakwa telah sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik. Menjatuhkan Supriyanto dengan pidana penjara selama 2 tahun,” tegas Siti Muharjanti SH membacakan tuntutannya kepada Majelis Hakim yang dipimpin Adhi Satrija Nugroho SH di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Senin (13/09/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan unsur-usur pidana seperti yang tertuang dalam pasal 266 KUHP telah terpepenuhi. Hal itu didukung pula oleh fakta-fakta dalam persidangan yang menunjukkan peran terdakwa dalam perkara ini.

Siti Muharjanti mengatakan, dalam persidangan terungkap adanya nilai mata pelajaran ‘Pendidikan Agama dan Budi Pekerti’ serta ‘Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan’ pada ijazah milik Adl, anak saksi pelapor Erika Handriati. Faktanya dua mata pelajaran tersebut selama ini tidak pernah diajarkan di sekolah bertaraf internasional tersebut.

“Bahwa tidak diajarkan ‘Pendidikan Agama dan Budi Pekerti’ dan ‘Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan’ itu disampaikan para saksi. Tidak diajarkannya mata pelajaran ‘Pendidikan Agama dan Budi Pekerti’ dan ‘Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan’ juga dapat dilihat dengan tidak adanya dua mata pelajaran tersebut pada jadwal mata pelajaran sebagaimana ditunjukkan barang bukti jadwal mata pelajaran,” tambahnya.

Hal yang memberatkan menurut jaksa yakni perbuatan terdakwa telah merugikan saksi korban yakni Erika Handriati beserta anaknya, selain itu Supriyanto juga dinilai tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan yakni terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum.

Sidang perkara ini akan dilanjutakan Kamis (16/09/2021) mendatang dengan agenda pembacaan pledoi. Hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk penyampaikan pembelaannya baik dengan tulisan maupun melaui kuasa hukum.

Kuasa hukum terdakwa, Anton Samudera SH menyatakan telah menyiapkan beberapa bahan untuk membela Supriyanto. Ia menegaskan dalam pledoi mendatang akan terungkap jika Supriyanto tidak bersalah dalam perkara yang didakwakan ini.

“Kesaksian para saksi dan bukti-bukti surat selama proses persidangan akan kami sampaikan dalam pledoi. Ada saksi-saksi dari mereka juga yang justru meringankan Pak Supri,” kata Anton Samudra.

Sementara itu Erika Handriati mengatakan dirinya melaporkan perkara ini untuk mendapat kepastian hukum terhadap ijazah pendidikan milik anaknya. Menurutnya mata pelajaran yang ada dalam ijazah berbeda dengan apa yang tertulis di raport sehingga hal itu jelas merugikan dirinya sebagai orangtua maupun anaknya.

“YIS tidak pernah mengaplikasikan kurikulium nasional, jadi selama anak saya sebagai murid tidak ada sedikitpun nasional. Malah saya kaget saat anak saya ternyata berhak atas ijazah nasional,” terangnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI