Konser Amal BPKH Serahkan Bantuan Alat Medis

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyerahkan bantuan berupa alat Apheresis kepada Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM melalui LasizMu. Selain itu BPKH juga menjalin kerjasama dengan UGM dalam pengadaan GeNose guna nantinya akan disumbangkan untuk ditempatkan di masjid-masjid tanah air.

Penyerahan bantuan ini dikemas dalam konser amal bertajuk Hadiahkanlah Nirwana-Mu’. Perhelatan akbar tersebut digelar di tiga kota yakni Yogyakarta, Bandung dan Jakarta serta disiarkan serentak melalui channel YouTube BPKH RI, Minggu (02/05/2021).

Dirut RSA UGM, Arief Budiyanto menjelaskan Apheresis merupakan proses pengambilan salah satu komponen darah dari pendonor melalui suatu alat atau mesin yang disebut mesin Apheresis. Dengan mempergunakan mesin ini maka darah dari para pendonor dapat dimanfaatkan seluruhnya, baik dengan cara trombaferesis untuk mengambil trombosit, eritraferesis untuk mengambil sel darah merah, leukaferesis untuk mengambil sel darah putih dan plasmaferesis untuk mengambil plasma.

“Di RSA UGM alat ini baru yang pertama kali. Keterisian RSA UGM untuk pasien Covid-19 cukup tinggi, sehingga alat ini akan sangat membantu. Alat ini sebenarnya bukan hanya bagi layanan penderita Covid-19 saja, namun bisa juga untuk layanana kanker dan lain sebagainya,” kata Arief Budiyanto usai konser yang digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu mengatakan Konser amal yang didedikasikan bagi para dokter maupun tenaga kesehatan (nakes) di tanah air dalam berjuang melawan Covid-19. Anggito Abimanyu menyampaikan persembahan ini merupakan salah satu bentuk program kemaslahatan BPKH serta Tri Dharma bidang pengabdian masyarakat FK-KMK UGM.

“Banyak cara untuk kita berdakwah. Bisa melalui doa, ucapan, lirik bahkan musik. Dengan cara seperti ini kita menyampaikan dakwah tersebut, merupakan bagian doa dan mihrab kami bagi seluruh dokter dan nakes,” jelas Anggito Abimanyu.

Ia menilai dokter dan nakes selama ini telah berjuang dengan gigih melawan Covid-19. Bahkan tak sedikit diantara mereka yang gugur dalam melaksanakan tugasnya itu.

Dari kegiatan ini diharapkan mampu mengukuhkan dokter dan nakes untuk terus semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien. Selain itu dengan kebersamaan dalam mematuhi seluruh protokol kesehatan (prokes) dan segenap upaya pemerintah, ia berharap negeri ini segera dapat terbebas dari pandemi Covid-19 yang telah lebih dari satu tahun melanda.

Ditanya soal anggaran yang dipergunakan dalam pemberian bantuan tersebut, Anggito Abimanyu nengungkapkan hal itu berasal dari dan abadi umat. Dana tersebut dikembangkan kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan sosial.

“Biaya dari dana abadi umat yang merupakan dana CSR, kita kumpul-kumpulkan dan kembangkan untuk bantuan sosial. Tahun lalu kita sudah membantu sekitar 20 rumah sakit, tahun ini yang paling banyak untuk kesehatan,” jelasnya.

Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono mengapresiasi apa yang dilakukan BPKH. Kegiatan ini menurutnya juga sekaligus sebagai penyemangat bagi para dokter maupun nakes bahwa semua elemen bangsa ini terus mendukung perjuangan yang mereka lakukan.

Dalam konser amal ini, Anggito Abimanyu yang mahir memainkan alat musik flute tersebut tampil membawakan lagu berjudul ‘Paris Barantai’ dalam irama musik jazz. Tampil di atas panggung musisi Dwiki Darmawan, Dekan FK-KMK UGM Prof dr Ova Emilia dan Guru Besar FK-KMK Prof dr Adi Utarini. (*)

BERITA REKOMENDASI