Kuasa Hukum Minta Pasutri Pengusaha Dibebaskan Dakwaan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kuasa hukum pasangan suami istri pengusaha, Ir Agus Artadi (58) dan Yenny Indarto (58) tidak sependapat dengan replik dan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tim kuasa hukum yang diketuai Oncan Poerba SH meminta Majelis Hakim untuk membebaskan terdakwa dari dakwaan maupun tuntutan karena selama dalam persidangan tak satu pun fakta yang menunjukkan kliennya bersalah.

“JPU terlalu larut dalam pembuktian formil jual beli atas objek tanah dan bangunan rumah. Sama sekali tidak membuktikan kebenaran matenil Pasal 167 KUHP dapat diterapkan atau tidak kepada Para Terdakwa,” tutur Oncan Poerba SH membacakan duplik dalam persidangan di PN Yogyakata, Kamis (03/11/2020).

Oncan menegaskan, JPU menuduh terdakwa tidak mau menyerahkan atau mengosongkan atas objek jual beli tanah dan bangunan kepada pembeli tidaklah terbukti. Menuritnya proses pembayaran belum selesai karena masih ada kekurangan uang yang belum terbayarkan sebesar Rp 1,5 miliar dari pembeli.

Disebutkan juga keanehan jual beli disepakati Rp 6,5 miliar namun ternyata dituangkan pada PPJB dan AJB sebesar Rp 3 miliar. Jual beli belum lunas namun sudah dibalik nama sertifikat atas nama pembeli.

“Pembayaran lebih dulu Rp 3 miliar setelah dibalik nama dijaminkan ke bank Rp 2 miliar dan dibayarkan, total Rp 5 miliar kemudian bukti jual beli dengan kwitansi Rp 3 miliar, Rp 5,25 miliar dan Rp 6,5 miliar terasa aneh jika ditotal mencapai Rp 14,75 miliat,” jelas Oncan.

Sebelumnya JPU Edi Budianto SH dalam replik tetap pada tuntutan 6 bulan penjara. “JPU terkesan lari dari perdebatan unsur-unsur Pasal 167 ayat (1) KUHP yang didakwakan dan dituntutnya, hanya melulu masuk pada perdebatan proses jual beli yang semakin membuktikan perkara antara saksi korban (Gemawan dan Yulia) dengan para Terdakwa pada ranah hukum keperdataan bukan pidana,” tegas Oncan. (Van)

BERITA REKOMENDASI