Kuasa Hukum Perangkat Kalurahan Klarifikasi Dugaan Maladministrasi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim Kuasa Hukum Perangkat Desa Pandowoharjo yakni Ari Yudiyanta SH, Indra Perbawa SH dan R Andy Hendarto SH menegaskan Desa Pandowoharjo siap menjalankan pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel. Penegasan ini sesekaligus sebagai klarifikasi menanggapi pemberitaan dari media mengenai dugaan maladministrasi terkait dengan proses peralihan hak tanah hingga penerbitan sertifikat letter C No. 286/1129 (persil : 60, 61, 51b, 75a, 75b).

Ari Yudiyanta menyatakan apa yang diberitakan oleh media tidak semuanya benar. Fakta sesungguhnya salah satu ahli waris yang bernama Sugi Winarto melakukan proses jual beli tanah dengan pihak lain pada tahun 2018. Ketika pihak lain datang ke Kalurahan Pandowoharjo bertemu dengan bagian Jogoboyo untuk mengurus tanah letter C No. 286/1129 dan mengatakan tanah milik Sugi Winarto sudah dibeli oleh pihak lain.

“Atas dasar penjual dan pembeli itulah maka Jogoboyo memproses konversi letter C tersebut. Lalu Jogoboyo mengkonfirmasi kepada Sugi Winarto apakah tanah tersebut benar sudah dibeli oleh pihak lain? Jawaban Sugi Winarto membenarkan memang tanah tersebut sudah dibeli oleh pihak lain,” ujar Ari Yudiyanta, Rabu (07/04/2021).

Ari Yudiyanta menyampaikan, Jogoboyo sudah menanyakan terkait pembayaran apakah sudah beres. Sugi Winarto mengatakan sudah beres, pihak lain sudah membayar Rp 500.000.000 dan sisa Rp 100.000.000 akan dibayarkan di bulan Desember.

“Jadi mana mungkin disini tidak ada proses jual beli antara pihak lain dengan Sugi Winarto. Bukti tersebut ada di screen shot percakapan antara Jogoboyo dengan Sugi Winarto,” ungkap Ari Yudiyanta.

Menurut Ari Yudiyanta, kalaupun ahli waris mengatakan belum menerima satu rupiah pun itu bohong dan sangatlah mengada-ada. Hal itu sudah ditanyakan berkali-kali lewat telepon oleh Jogoboyo terkait pembayaran transaksi jual beli tersebut.

Bahkan, Sugi Winarto menyuruh Kadus untuk membuatkan surat pernyataan antara Sugi Winarto dan Harsudi yang isinya menyatakan mereka berdua telah menerima sebagian uang pembayaran dari penjualan sebagian tanah pekarangan yang menjadi bagian hak kami yaitu tanah pekarangan yang tercantum dalam letter C No.286/Tlacap.

“Dari proses jual beli antara pihak lain dengan Sugi Winarto sudah dianggap selesai dan tidak ada permasalahan. Tapi kenapa Sugi Winarto sekarang menuntut ke Jogoboyo? Toh Sugi Winarto sudah menikmati sebagian uang hasil penjualan tanah. Harusnya Sugi Winarto menuntut pembeli,” imbuh Ari Yudiyanta.

Yang menjadi pertanyaan dari tim kuasa hukum yakni mengapa dari tahun 2018 sampai sekarang masalah tersebut baru dimunculkan? Sebagai wujud salah satu pembayaran dari pembeli yang bernama Agus (seorang makelar dan kini sedang ditahan di Rutan Cebongan untuk kasus yang lain), Sugi Winarto sudah dibuatkan rumah juga oleh si pembeli (Agus). Sekarang masih ada bangunannya, yang ditempati oleh Sugi Winarto sekeluarga. “Kami, tim kuasa hukum juga menanyakan kepada pihak Sugi Winarto dan kuasa hukumnya datang ke rumah Jogoboyo dengan rombongan orang yang tidak dikenal ikut mengintimidasi,” tambahnya.

Karena tidak bertemu dengan Lurah mereka lantas mendatangi Dukuh. Beberapa hari kemudian, mereka mendatangani Kalurahan Pandowoharjo. Untung waktu kejadian tersebut pihak keamanan desa sigap dalam menghadapi dan menemui mereka untuk menyelesaikan dengan jalur hukum yang baik.

Ia harap publik dapat jenih dalam melihat permasalahan ini. Tim kuasa hukum sekali lagi pihak perangkat desa tetap menjalankan tugasnya dengan baik serta menjalan menjalankan pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel. (*)

BERITA REKOMENDASI