Kustini Ingatkan Warga Tak Euforia Sleman Turun Level PPKM

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sleman akhirnya turun level dari 3 ke 2. Hal itu tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM level II, I, dan I di wilayah Jawa dan Bali hingga 1 November mendatang.

Bupati Sleman, Dra Hj Kustini Sri Purnomo mengingatkan masyarakat agar tidak euforia menyambut penurunan level tersebut. “Meskipun level turun, jangan bangga dan euforia. Ingat kita masih dalam pelaksanaan PPKM. Artinya masih terdapat pembatasan kerumunan dan kegiatan,” ungkap Kustini, Kamis (23/10/2021).

Menurut Kustini, Level PPKM di Sleman masih bisa kembali naik apabila masyarakat mulai merasa aman sehingga abai terhadap kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. “Justru saat ini yang harus kita kuatkan adalah sikap disiplin kita terhadap protokol kesehatan (prokes). Jika sesuai dengan track yang sudah kita lalui saat ini, bisa sangat mungkin, bulan depan level kita turun ke 1,” kata Kustini.

Pada Instruksi Bupati Nomor 33 tahun 2021 tentang pelaksanaan PPKM level 2 di Kabupaten Sleman, terdapat sejumlah pelonggaran aturan. Pelonggaran aturan berlaku untuk sejumlah sektor mulai dari pendidikan, pariwisata, perekonomian hingga kegiatan masyarakat,

“Yang tadinya hanya 25 persen kita tambah menjadi 50 persen misalnya. Tetapi tetap prokes dan penggunaan aplikasi peduli lindungi jika mengunjungi tempat perbelanjaan atau pusat keramaian tetap wajib dilakukan,” terang Kustini.

Kegiatan vaksinasi, dilanjutkan Kustini juga tetap menjadi pioritas Pemkab Sleman untuk menekan angka penyebaran covid-19 di Bumi Sembada. Sejauh ini, capaian vaksinasi di Sleman untuk dosis pertama sudah mencapai angka 83,9 persen.

Untuk vaksin kedua sudah tercapai 60 persen, sedangkan untuk vaksin ketiga yang diperuntukkan nakes sudah lebih dari 100 persen. “Vaksinasi tetep (pioritas). Bahkan kita akan lakukan sweeping untuk vaksin. Jadi mencari masyarakat yang belum divaksin agar segera mendapatkan vaksin,” pungkas Kustini. (Van)

BERITA REKOMENDASI