Latih Kader Kesehatan Posbindu, Cegah Penyakit Tidak Menular Saat Adaptasi Kebiasaan Baru

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Untuk mengatasi masalah Penyakit Tidak Menular (PTM) di masyarakat, Tim Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berupaya untuk meningkatkan pengetahuan kepada kader kesehatan tentang pencegahan PTM pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Salah satunya yakni dengan menggelar pelatihan kepada kader kesehatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Padukuhan Plumbon Desa Banguntapan Kapanewon Banguntapan Bantul.

Pelatihan selama dua hari ini diikuti oleh 17 kader kesehatan di Padukuhan Plumbon. Tema dalam program ini yakni ‘Pemberdayaan Kader Pos Pembinaan Terpadu dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Wilayah Kerja Puskesmas Banguntapan III pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru’.

Program pengabdian dari Tim Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UAD ini diketuai oleh Fardhiasih Dwi Astuti, SKM., M.Sc yang beranggotakan Rokhmayanti, S.KM., M.PH dan Siti Kurnia Widi Hastuti, S.KM., M.PH. Pengabdian dibantu mahasiswa FKM UAD Millennia Intan Borneo, Qurry Amanda Izhati, Linda Tri Maryuni dan Teti Sunia Anggraini Putri.

Fardhiasih menuturkan, saat ini permasalahan PTM tidak hanya menyerang lansia tetapi juga usia produktif. Ini tentunya akan berdampak pada produktivitas seseorang. “Kader kesehatan sebagai perpanjangan tangan dari Puskesmas diharapkan dapat mempromosikan cara pencegahan PTM melalui kegiatan Posbindu supaya dapat menskrining masyarakat yang berisiko,” ujar Fardhiasih, Selasa (24/11/2020).

Rokhmayanti menyampaikan sebelum Posbindu dilaksanakan melalui lima meja kegiatan, kader diberi pembekalan tentang Posbindu di masa pandemi dengan tetap memperhatikan Protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun (3M + 1T).

“Kader Kesehatan harus mengontrol masyarakat yang akan mengikuti Posbindu. Mereka wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handsanitizer, menggunakan masker dan selalu menjaga jarak aman,” ungkap Rokhmayanti.

Selanjutnya, Kader Kesehatan Posbindu dibekali tentang tahapan liman meja, yakni pendaftaran (meja pertama), wawancara (meja kedua), pengukuran tinggi badan, berat badan, IMT, dan lemak perut (meja ketiga). Ada pula pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah, dan kolesterol (meja keempat), dan edukasi atau konseling (meja kelima).

Fardhiasih menambahkan, untuk melihat efektivitas program maka akan dilakukan pendampingan pada kegiatan Posbindu di Padukuhan Plumbon. Selain itu, Tim PPM UAD juga memberikan peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan Posbindu pada masa AKB seperti thermogun, tensimeter, alat pemeriksaan darah dan timbangan digital.

“Peralatan yang diberikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Padukuhan Plumbon, dengan aktif melaksanakan skrining PTM di masyarakat melalui kegiatan Posbindu,” imbuh Fardhiasih. (Van)

BERITA REKOMENDASI