Launching Persitema, Pemain Sungkem Orangtua

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Sebagai upaya persiapan Tim dalam mengarungi Liga 3, Persitema menyelenggarakan acara Launching Tim 2021, Rabu, (27/10/2021). Dalam acara ini, selain pengenalan pemain dan peluncuran jersey, ada salah satu acara yang menarik yaitu sungkeman pemain ke orang tuanya. Adapun sungkeman sendiri merupakan sebuah prosesi tradisional masyarakat Jawa untuk meminta doa restu kepada orang tua untuk melaksanakan sebuah tindakan.

Upaya sungkeman ini sendiri dimaknai sebagai upaya menggalang dukungan. Bagaimanapun juga, peran spiritual dalam masyarakat Jawa mempunyai nilai tersendiri guna memotivasi para pemain. Untuk itu doa restu dari orang tua kepada anaknya yang kini menjadi punggawa Persitema diharapkan membawa pesan psikologis untuk senantiasa memetik kemenangan yang membahagiakan seluruh masyarakat Temanggung.

“Masyarakat Temanggung tidak bisa dijauhkan dari nilai-nilai tradisional yang menjadi ‘local wisdom’. Melalui sungkeman, kami harapkan ada kebanggaan bagi orang tua pemain. Di sisi lain, ini juga ditujukan untuk menumbuhkan motivasi diri bagi para pemain tim melalui wejangan-wejangan yang diberikan orang tua,” ungkap Ketua Askab PSSI Temanggung, Yunianto SP.

Ketika acara launching biasanya menggunakan konsep dan nuansa glamor, Persitema sendiri lebih mengutamakan untuk mempertahankan nilai-nilai yang menjadi ‘urban culture’. Hal ini juga diklaim sebagai launching sepakbola pertama di Indonesia yang menggunakan segala prosesi tradisional, termasuk salah satunya sungkeman.

Manager tim, Margo Susilo menyatakan jikalau sungkeman yang dilakukan ini juga bertujuan untuk membumikan kebanggaan tim terhadap nilai tradisional. “Ada filosofi Jawa yang memiliki pesan mendalam, yakni ‘Ojo Pedhot Oyot’. Banyaknya prestasi yang ditorehkan jangan sampai lupa terhadap peran orang tua yang senantiasa mendukung kita dengan doa-doanya. Ini tertuang dengan prosesi sungkeman yang dilakukan,” ungkap.

Budaya tradisional yang diangkat dalam Persitema ini juga terinterpretasikan melalui jersey yang digunakan. Adanya ornamen tulisan aksara Jawa ‘Melu Memayu Hayuning Bawono’ ini memiliki pesan supaya tim terus senantiasa ikut mempercantik tata kehidupan masyarakat, utamanya melalui sepakbola. Hal ini diharapkan menjadi semangat bagi tim untuk membangun Persitema secara solid guna menorehkan prestasi terbaik. (*)

BERITA REKOMENDASI