LCY Centennial dan Roro Jonggrang Ajak Masyarakat Peduli Diabetes

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Diabetes hingga saat ini masih menduduki peringkat tiga besar penyakit non infeksi penyebab utama kematian. Dibetes patut diwaspadai karena dari penyakit ini nantinya akan menimbulkan komplikasi. Walau berbahaya namun Diabetes dapat dicegah dengan berbagai langkah sehat yang harus dilakukan.

Faktor genetik menurut dr Joyo Santoso Sp PD merupakan pencetus terbesar kasus Diabetes. Jika dalam suatu keluarga memiliki riwayat keturunan Diabetes, maka seseorang sangat berisiko untuk juga mengidap penyakit tersebut.

“Jadi jika punya keturunan dari atas mulai dari kakek, nenek, ayah, ibu ada yang diabetes maka itu memiliki faktor risiko. Tidak selalu jadi Diabetes, tapi Anda punya resiko menderita penyakit tersebut,” kata Joyo Santoso dalam acara ‘Health of Diabetes’ yang diselenggarakan Lions Club Yogyakarta (LCY) Centennial dan LCY Roro Jonggrang di Galeria Mall, Sabtu (12/06/2021).

Dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospital Yogyakarta ini menjelaskan, selain keturunan faktor usia juga menjadi pemicu Diabetes. Orang berusia 45 tahun ke atas mempunyai risiko terserang Diabetes lebih tinggi dibanding umur di bawah itu.

“Bertambahnya usia, penurunan fungsi pankreas dapat menimbulkan Diabetes. Meski tidak ada keturunan Diabetes, namun faktor usia juga memiliki risiko tinggi,” tambahnya.

Pemicu terakhir menurutnya yaitu gaya hidup. Seseorang dengan konsumsi karbohidrat tinggi birisiko besar menderita Diabetes. Ditambah lagi jika seseorang itu jarang berolahraga atau juga berat badan berlebih.

Seseorang dengan asupan karbohidrat terlalu banyak kemudian berat badan yang berlebih akan membuat hormon insulin bekerja lebih keras. Yang terjadi kemudian metabolismenya terganggu sehingga menimbulkan Diabetes.

“Agar terhindar dari Diabetes maka pola hidup sehat harus dilakukan. Diet harus dilakukan sehingga karbohidrat tidak tinggi. Cek kesehatan berkala juga harus dilakukan karena Diabetes tidak terjadi secara tiba-tiba,” jelasnya.

Presiden LCY Centennial, Dwi Rianingsih mengatakan bincang kesehatan bersama dokter berpengalaman seperti ini merupakan bagian dari kepedulian Lions Club terhadap bahaya Diabetes. Dengan bertambahnya wawasan akan Diabetes diharapkan masyarakat akan lebih mengetahui dan kemudian menghindari terjadinya pemicu penyakit tersebut.

“Ini merupakan kegiatan wajib yang harus dilakukan Lions Club setiap tahunnya. Kami selama ini cukup peduli dengan bahaya Diabetes dan ingin agar masyarakat lebih memahami dan melakukan antisipasi sejak dini terhadap penyakit ini,” jelasnya.

Dwi Rianingsih menjelaskan selain ngobrol ringan tentang Diabetes, diadakan pula cek kesehatan gratis seperti pemeriksaan gula darah maupun tensi. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan untuk mengetahui kadar kolestrol dalam tubuh serta asam urat.

Project Officer (PO) LCY Centennial, Ajeng mengatakan kegiatan ini sengaja dilaksanakan di mall karena dimaksudkan untuk menjangkau mayarakat lebih luas lagi. Walau ditengah kesibukan, diharapkan masyarakat tetap dapat meluangkan sejenak waktunya untuk peduli akan kesehatan.

“Hari Sabtu banyak masyarakat yang datang ke tempat ini. Masyarakat tetap dapat berbelanja dan liburan, namun dapat pula memeriksakan kesehatannya serta mendengarkan diskusi yang diisi oleh dokter,” kata Ajeng didampingi PO LCY Roro Jonggarang, Elly Asmaranti. (*)

BERITA REKOMENDASI