Lions Club Yogya Centennial Kirim Bantuan ke Barak Pengungsi Merapi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Lions Club Yogya (LCY) Centennial menggelar aksi soal dengan membagikan sembako di barak pengungsian Glagaharjo Cangkringan Sleman, Sabtu (23/01/2021). Selain di barak pengungsian, bantuan juga dibagikan secara langsung kepada warga terdampak erupsi Merapi di Kepuharjo Cangkringan yang selama ini belum banyak tersentuh perhatian oleh masyarakat.

Presiden LCY Centennial, Dwi Rianingsih mengatakan penderitaan yang dialami para pengungsi Merapi juga turut dirasakan anggotanya. Para anggota LCY Centennial tergerak untuk mengumpulkan donasi guna meringankan beban penderitaan warga di pengungsian.

“Ini merupakan agenda rutin yang selalu LCY Centennial lakukan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan untuk meringankan beban yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Dwi Rianingsih.

Ia menambahkan dipilihnya barak pengungsian Merapi di Glagaharjo karena masyarakat hampir selama sebulan berada di pengungsian. Ditambah pagi masa pandemi yang tak berkesudahaan membuat penderitaan warga di barak ini semakin besar.

Di barak ini, selain membagikan sembako LCY Centennial juga memberikan susu, buku, snack serta boneka bagi anak-anak. Pembagian kepada anak ini dilakukan agar mereka terhibur dan tetap semangat serta ceria walau berada di pengungsian.

“Kami juga membagikan sembako kepada warga di Kepuharjo. Warga di Kepuharjo juga turut terdampak erupsi Merapi namun bantuan ke sana masih minim, jadi kami tergerak untuk membagikan bantuan bagi warga,” tambahnya.

Dwi Rianingsih berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan mengurangi beban yang dirasakan warga. Diagendakan kegiatan sosial LCY Centennial setelah ini akan menyasar wilayah Magelang untuk membantu masyarakat dalam pengobatan gratis dan pembagian kacamata baca secara cuma-cuma.

Sementara itu Carik Glagaharjo, Joko Purwanto mengatakan warga di barak ini semuanya berasal dari Padukuhan Kalitengah Lor. Sebelumnya warga di pengungsian berjumlah lebih dari 300 orang, namun seiring waktu dan melihat kondisi Merapi jumlah mereka berkurang hingga kini menjadi 180 jiwa.

Ia menambahkan sesuai imbauan pemerintah daerah, warga di pengungsian Glagaharjo telah diperbolehkan kembali ke rumah mereka masing-masing. Lahar panas Merapi yang kini mengarah ke barat daya menjadikan wilayah Kalitengah Lor di sisi tenggara cukup aman untuk ditinggali warga.

“Tanggal 26 Januari nanti warga telah boleh kembali ke rumah masing-masing, namun tentunya kewaspadaan tetap harus dilakukan dan saat ada perintah untuk mengungsi maka mereka harus mematuhinya. Barak di sini tetap kami siagakan untuk menyiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan kambali,” tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI