Lolos Hibah Kemendikbud, Mahasiswa Unriyo Beri Pendampingan di Panjen Maguwoharjo

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Melalui program pendampingan desa sigap dan tanggap Covid-19, BEM-FIKES Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) lolos dalam hibah program PHP2D yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2020.

PHP2D merupakan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan tujuan menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha dan sejahtera.

“Saya ucapkan selamat untuk BEM FIKES Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) atas lolosnya proposal Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Progam ini benar-benar mengajarkan mahasiswa untuk menjadi Guardian of Value (penyampai dan penjaga kebenaran di masyarakat) dan sebagai Agent of Change (pengerak di masyarakat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi). Program ini mendorong mahasiswa untuk mampu mengimplementasikan kemampuannya secara soft skills dan hard skills dalam membangun desa dan memberdayakan masyarakat” ungkap selaku dosen pembimbing PHP2D Unriyo, Nur Alvira Pascawati, SKM.,MPH.

Dalam program ini BEM Fikes Unriyo mengusung judul program ‘Pendampingan Desa Sigap dan Tanggap Menghadapi Era New Normal Covid-19 di Dukuh Panjen Desa Maguwoharjo’. Meiriska Paradhita selaku ketua pelaksana TIM PHP2D BEM FikesUnriyo mengungkapkan judul tersebut dipilih karena angka kematian Covid-19 di Yogyakarta memiliki angka kematian sebesar 2,8% (Kemenkes RI, 2020).

Sebagian besar faktor risiko terjadi penularan Covid-19 karena adanya aktivitas warga yang berkumpul di suatu tempat secara bersamaan dan tidak menjalankan protokol pencegahan Covid-19. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengendalikan keraguan masyarakat mengenai Covid-19 dan menangkal isu hoax tentang Covid-19 di masyarakat. Sehingga BEM Fikes Unriyo berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat dusun Panjen Desa Maguwoharjo Yogyakarta agar lebih sigap dan tanggap dalam menghadapi era new normal Covid-19.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama program berlangsung diantaranya Sosialisasi Program Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat (PHP2D) yang dihadiri perwakilan warga dusun. Hasil dari sosialisasi yaitu warga bersedia untuk mengikuti rangkaian kegiatan PHP2D yang dilakukan oleh mahasiswa berkaitan dengan upaya pencegahan Covid-19 di Dusun Panjen

Kegiatan ini bertujuan agar terjadi perubahan dan peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku pada warga Dusun Panjen yang mengikuti penyuluhan kesehatan serta terbentuk struktur relawan sigap dan tanggap Covid-19. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini adalah terdapat perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku warga Dusun Panjen RW 32 terhadap upaya pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19 baik secara mandiri maupun antar masyarakat.

Berikutnya penyuluhan kesehatan mengenai Covid-19 serta pemaparan kegiatan dan tugas dari relawan Covid-19 khusus tingkat dusun. Pelatihan ini diberikan kepada kader kesehatan, ibu-ibu PKK, karang taruna dan bapak-bapak masyarakat Dusun Panjen.

Hasil dari pelatihan ini yaitu tersedianya kebutuhan untuk penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) maupun penerapan protokol kesehatan yakni, 6 botol sabun cair alami ukuram 500 ml yang dibuat langsung oleh Kader Kesehatan melalui pelatihan yang telah diberikan oleh Tim PHP2D dan juga 1 liter Hand Sanitizer yang sekaligus memberikan ketrampilan baru bagi para Kader Kesehatan. Serta bahan dan alat disinfektan yang dibuat secara mandiri oleh Karang Taruna dan bapak-bapak selaku perwakilan warga dusun untuk digunakan sebagai disinfeksi tempat- tempat umum di lingkungan Dusun Panjen RW 32. Alat disinfektan yang tersedia untuk dusun sebanyak 3 buah alat semprot ukuran 5 liter dan 3 buah alat semprot ukuran 1 liter.

Tak ketinggalan pelatihan pembuatan sabun alami, handsanitizer dan desinfektan. Relawan Covid-19 Dusun Panjen melakukan musyawarah serta pemaparan tupoksi relawan sigap dan tanggap Covid-19.

Kegiatan diakhiri dengan sesi role play seperti pengisian formulir bagi masyarakat yang akan menyelenggarakan kegiatan seperti pengajian, hajatan dan kegiatan lan yang melibatkan orang banyak serta pelaku perjalanan, yaitu masyarakat yang telah melakukan perjalanan dari luar kota. Untuk memudahkan relawan, formulir tersebut juga tersedia dalam buku pedoman relawan sigap dan tanggap Covid-19 di era new normal.

Ada pula kegiatan penyediaan sarana cuci tangan portable yang dilengkapi dengan alat filtrasi. BEM Fikes Unriyo menyediakan enam tempat cuci tangan portable dan dua diantaranya dilengkapi dengan filter air.

Keenam wastafel diletakan di titik yang strategis agar mudah dijangkau masyarakat sekitar. Penyediaan wastafel bertujuan agar masyarakat dapat melaksanakan PHBS dengan lebih mudah dan Frekuensi masyarakat untuk mencuci tangan dengan baik dan benar meningkat.

Wastafel dilengkapi dengan alat filtrasi agar air bekas cuci tangan lebih ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan Kembali sebagai air non-konsumsi, yang selanjutnya menjadi tugas dan tanggung jawab kelompok karang taruna untuk menjaga dan merawat sarana dan prasarana agar tetap berfungsi dengan baik.

Tim PHP2D BEM Fikes Unriyo memanfaatkan budaya masyarakat lokal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, yaitu dengan menggelar pertunjukkan wayang yang mengangkat isu tentang Covid-19 dandidalangi langsung oleh anggota tim PHP2D BEM-Fikes Unriyo Dika Hendrayana. Pertunjukkan wayang tersebut dapat disaksikan melalui youtube PHP2D Unriyo.

Nur Alvira Pascawati.,SKM.,MPH mengungkapkan bahwa Kampus Merdeka sangat relevan dengan program PHP2D. Mengacu pada kebijakan tersebut, maka FIKES Unriyo memberikan apresiasi bagi kelompok mahasiswa yang lolos dalam program ini dengan mengkonversi nilai 2 mata kuliah sebesar 10 SKS. Mata kuliah yang di konversi memiliki capaian pembelajaran yang sama dengan komponen dalam program ini, yaitu: Praktik Kerja Lapangan/Praktik Belajar Lapangan dan Tugas Akhir.

“Semoga hal ini dapat memotivasi dan menumbuhkan kepedulian seluruh kelompok organisasi kemahasiswaan di Lingkungan Unriyo untuk berkompetisi dan membangun desa melalui program ini di tahun-tahun yang akan datang” imbuh Nur Alvira. (*)

BERITA REKOMENDASI