Mahasiswa KKN UAD Dorong Budidaya Tanaman Obat Keluarga

Editor: Ivan Aditya

YOGYA,KRJOGJA.com – Mahasiswa Unit III.C.3 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 75 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogakarta melakukan kegiatan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama Ibu-ibu anggota PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) RW.05, Bausasran, Danurejan, Yogyakarta, Minggu 28 November 2021 lalu, yang berlokasi disekitar Mushola Murodiyah.

Bagus Cahyono Putro selaku Ketua Unit III.C.3 KKN Alternatif 75 UAD menuturkan, ide penanaman TOGA ini muncul karena melihat situasi Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) yang belum juga usai. Selain itu TOGA dipilih karena cara penanaman dan pemeliharaannya mudah.

Seperti yang sudah diketahui, TOGA memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai upaya pencegahan dan penyembuhan penyakit serta dapat meningkatkan kesehatan. TOGA yang digunakan dalam kegiatan ini adalah jahe, kunyit, kencur, dan lidah buaya.

“Tanaman tersebut dapat dijadikan minuman herbal seperti wedang jahe yang dapat digunakan untuk meredakan radang tenggorokan, jamu kunyit yang dapat meredakan nyeri perut ketika awal haid bagi wanita, jamu beras kencur untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah masuk angin, serta lidah buaya yang dapat digunakan untuk mengurangi iritasi pada lambung,” ujarnya.

Ketika melakukan kegiatan penanaman TOGA ini Ibu-ibu PKK sangat antusias mengikutinya. Kegiatan ini dilakukan dengan praktik secara langsung yang tentunya dengan tetap menaati protokol kesehatan (prokes) yang berlaku, baik mahasiswa Unit III.C.3 KKN Alternatif 75 UAD maupun Ibu-ibu PKK. Yakni menggunakan masker, sarung tangan, dan tetap menjaga jarak.

Untuk menanam TOGA, digunakan bahan-bahan yang sudah disediakan oleh mahasiswa Unit III.C.3 KKN Alternatif 75 UAD, yaitu tanah, pupuk organik, polybag, bibit TOGA, dan air. Awalnya kelompok Unit III.C.3 KKN Alternatif 75 UAD bersama Ibu-ibu PKK melakukan pencampuran pupuk organik dengan tanah.

Kemudian mengisi polybag yang telah disediakan dengan campuran tanah dan pupuk organik tadi. Lalu menanam bibit jahe, kunyit, kencur, dan lidah buaya kedalam polybag tersebut kemudian menyiramnya. Setelah selesai disiram Ibu-ibu PKK dapat membawa hasil dari penanaman yang ditanamnya untuk di simpan di pekarangan rumah mereka masing-masing.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Mas dan Mbak dari Unit III.C.3 KKN Alternatif 75 UAD yang sudah memberikan ilmunya tentang tata cara penanaman TOGA ini. Seperti yang sudah kita ketahui juga manfaat dari TOGA ini sangat banyak jadi ketika kami ingin membuat ramuan untuk obat atau minuman herbal tinggal mengambil dari hasil panen tanam sendiri yang sudah diajarkan oleh Mas dan Mbak dari Unit III.C.3 KKN Alternatif 75 UAD,” ungkap Nana selaku pengurus PKK RW.05, Bausasran yang memberikan apresiasinya atas program kerja penanaman TOGA.

Selaku penanggung jawab dari kegiatan ini, Mila Erliyana menyampaikan, kegiatan penanaman TOGA bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kecintaan terhadap tanaman obat keluarga, sekaligus sebagai upaya pelestarian tanaman obat yang mulai langka.

“Ke depan nantinya diharapkan agar masyarakat RW.05 Bausasran, Danurejan, dapat mengurangi penggunaan obat-obatan kimia,” imbuhnya. (*)

BERITA REKOMENDASI