Mahasiswa PGSD UAD Laksanakan Upacara Bendera Virtual

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Untuk memberikan pemahaman pentingnya jiwa nasionalisme di masa pandemi Covid-19, lebih dari 230 mahasiswa semester V dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengikuti Upacara Bendera virtual dengan menggunakan platform Zoom Meeting maupun google meet. Mahasiswa aktif dan antusias mengikuti Apel Bendera yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB, setiap Senin. Sejak 25 September 2020 sampai sekarang ini.

Kegiatan ini merupakan salah satu agenda dalam mata kuliah kesamaptaan yang di ampu oleh Feri Budi Setyawan, M.Pd. Wakil dekan FKIP UAD Dr.Dody Hartanto, M.Pd., dan Kaprodi PGSD UAD Dr. Sri Tutur Martaningsih, M.Pd., bersama sejumlah dosen juga terlibat menjadi pembina upacara. Yakni Lisa Retnasari, M.Pd., Dr. Yayuk Hidayah, M.Pd., Diyah Puspitarini, S.Pd., M.Pd., Dr. Fitri Indriani, M.Pd.I, Probosiwi, M.Sn, Dholina Inang Pambudi, S.Pd., M.Pd.

Dalam amanatnya selaku Pembina Upacara, Dody Hartanto menyulut semangat dengan memotivasi mahasiswa untuk tetap mengedepankan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan kesadaran akan cinta pahlawan.

“Namun, harus tetap menjaga kesehatan saat pandemi Covid-19. Dalam segala aktivitas harus secara ketat menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan dan Penyebaran Covid-19. Yakni melakukan pengecekan suhu tubuh, Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan memakai handsanitizer, Menjaga jarak, dan Tidak berkerumun (3M-1T),” ujar Dody Hartanto, Jumat (04/12/2020).

Sementara itu, Sri Tutur Martaningsih mendukung penuh kegiatan ini, dan berharap kegiatan positif seperti ini tetap dilanjutkan supaya meningkatkan jiwa nasionalisme mahasiswa.

“Tetap harus dijalankannya upacara bendera seperti ini setiap hari Senin. Karena masa pandemi seperti ini tidak boleh menghalangi kita untuk tetap produktif dan kreatif. Salah satunya melalui Upacara Bendera secara virtual ini,” ungkap Sri Tutur Martaningsih.

Feri Budi Setyawan menjelaskan, mahasiswa juga tetap mengenakan atribut lengkap seperti seragam dari prodi dan bersepatu. Demi terlaksanakannya upacara bendera secara khidmad, walaupun secara virtual. Bisa diikuti dari mana saja, termasuk di rumah, saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mempertebal jiwa nasionalisme dan patriotisme, sekaligus meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam menghargai jasa para pahlawan,” imbuh Feri Budi Setyawan.

Menurut Feri Budi Setyawan, peran guru dalam sektor pendidikan juga sangatlah penting untuk mendidik dan memberikan contoh baik bagi anak khususnya pada tingkat sekolah dasar di masa pandemi seperti ini.

“Karena mereka sedang mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa di tahun 2045, yang merupakan tahun emas yaitu 100 tahun setelah Indonesia merdeka,” terang Feri Budi Setyawan.

Perwakilan mahasiswa Hilya Puspita, dan Dwi Oryza Sativa mengungkapkan ada rasa penasaran apa saja perbedaan ketika upacara langsung dan upacara virtual.

“Menjadi tantangan saat harus mendapatkan sinyal yang bagus supaya dapat mengikuti kegiatan ini,” jelas Hilya Puspita.

“Saat mengikuti upacara online itu, kita bisa meningkatkan kedisiplinan dan rasa terima kasih kepada para pahlawan yang telah mengorbankan nyawanya demi Kemerdekaan Indonesia,” kata Dwi Oryza Sativa. (*)

BERITA REKOMENDASI