NasDem Kawal Kampung Wisata Pecinan di Kranggan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Anggota DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi NasDem, Oleg Yohan menggandeng tokoh Tionghoa untuk merancang kampung wisata Pecinan di Kranggan Kalurahan Cokrodiningratan Kota Yogyakarta. Inisiasi ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat Tionghoa dalam rangka membangkitkan perekonomian melalui potensi wisata.

“Kampung Kranggan hanya selemparan batu atau sekitar 500 meter dari Kawasan Tugu Yogyakarta. Maka sangat memungkinkan disini berdiri destinasi wisata baru, yaitu kampung wisata Pecinan Kranggan,” kata Oleg, Sabtu (13/03/2021).

Wakil Ketua Komisi B itu menuturkan sejak dahulu memang banyak warga Tionghoa bermukim di Kranggan. Eksistensi mereka kemudian berlanjut hingga dua-tiga generasi pada saat ini. Rencananya wisata baru ini akan dikemas dengan konsep wisata terpadu, yakni mengangkat budaya asli Tionghoa dengan wawasan seputar Tionghoa.

Masyarakat pun sudah menyiapkan program kursus bahasa Mandarin dan akan mendesain sepanjang jalan Kranggan dengan jajanan tempo dulu khas Tionghoa. Sedangkan bangunan Klenteng akan dijadikan sebagai icon atau pusat pusat kampung wisata Pecinan.

“Kampung wisata Pecinan akan menghidupkan budaya Tionghoa yang sudah melekat sejak lama disini. Ini sekaligus memberdayakan seluruh masyarakat Kranggan, baik itu Tionghoa maupun bukan yang sudah hidup berdampingan sejak turun-temurun,” jelasnya.

Saat ini, langkah konkrit dari program aspirasi kampung wisata pecinan ini akan ditindaklanjuti dengan berkunjung ke Dinas Pariwisata. Oleg Yohan memastikan dalam bulan April 2021 akan ada soft launcing kampung wisata Pecinan di Kranggan.

“Saya sudah sounding ke Dinas Pariwisata dan Walikota. Responnya baik dan sudah dijadwalkan tanggal 3 April 2021 soft launcing program ini sebagai wujud keseriusan kami dengan Pemkot Kota,” jelas Sekretaris DPD NasDem Kota Yogyakarta itu.

Selain misi pemberdayaan, kehadiran wisata pecinan membawa misi moral yakni memperkuat keragaman budaya, memberi peluang budaya Tionghoa sejajar dengan etnis lainnya, serta mengikis diskriminasi. (*)

BERITA REKOMENDASI