Pelaku Pembunuhan Mahasiswi di Ngemplak Divonis 7 Tahun

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Majelis hakim menjatuhkan vonis 7 tahun kepada Wlh (16) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Jumat (31/12/2021). Pelajar kelas II dari salah satu SMK swasta di Sleman ini terbukti bersalah atas tindak pembunuhan yang dilakukannya. Vonis ini sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta hakim untuk menjatuhkan putusan dengan hukuman 7 tahun.

“Menyatakan anak Wlh telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pembunuhan. Menjatuhkan oleh kerena itu anak untuk ditempatkan di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta selama 7 tahun,” tegas Ketua Majelis Hakim, Mohammad Sholeh SH membacakan putusannya.

Dalam putusannya majelis hakim tidak mengabulkan permintaan kuasa hukum Wlh yang meminta agar pelaku anak dibina di LPKA Papua. Dengan demikian Wlh akan menjalani pembinaan di LPKA Kelas II Yogyakarta.

“Menetapkan pidana yang dijatuhkan dikurangi sepenuhnya dengan masa penempatan anak dalam LPAS (Lembaga Penempatan Anak Sementara) yang telah dijalani setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap,” kata Mohammad Sholeh.

Menanggapi putusan hakim, JPU Bambang Prasetyo SH menyatakan pikir-pikir. Hal ini yang ditegaskan pula oleh Kasipidum Kejari Sleman, Andika Romadona SH. “Kami pikir-pikir dulu, waktu selama tujuh hari akan kami pergunakan untuk berpikir,” katanya.

Sementara itu tim kuasa hukum dari LBH Sembada juga menyatakan pikir-pikir. Ketua tim kuasa hukum, Sapto Nugroho Wusono SH menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menentukan langkah hukum yang akan ditempuh selanjutnya.

“Kami akan berkoordinasi dengan keluarga. Hasilnya apa nanti, tentunya masih ada waktu bagi kami untuk menentukan langkah apa selanjutnya. Namun yang pasti kami menghormati putusan majelis hakim,” kata Sapto didampingi Aji Herlambang SH dan Norman SH.

Kasus ini berawal dari penemuan sesosok mayat perempuan di Kledokan Umbulmartani Ngemplak Sleman pada 17 November 2021 lalu. Saat ditemukan korban dalam kondisi telentang, muka lebam, memakai celana jeans warna biru dengan posisi melorot serta terlihat celana dalam berwarna putih.

Setelah dilakukan identifikasi diketahui korban merupakan ER (20) seorang mahasiswi warga Margoluwih Sayegan Sleman. Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya Polisi menangkap Wlh pada 30 November 2021 dan menetapkannya sebagai tersangka.

Penyidik mengungkap modus tersangka melakukan aksi kejinya itu karena ingin merampas harta korban. Dalam aksinya tersangka menendang korban lalu menusuk dada bagian kiri korban, karena berteriak ketika akan diperkosa. (Van)

BERITA REKOMENDASI