Pelaku Usaha Bertahan di Tengah Pandemi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sektor usaha menjadi bagian paling terdampak akan pandemi Covid-19 yang terus berkepanjangan. Hampir dua tahun sektor ini lesu, bahkan tak sedikit para pelaku usaha tidak sanggup lagi bertahan dan akhirnya menutup usahanya.

Bagi mereka yang masih tetap bertahan, berbagai cara dilakukan agar usahanya tetap berjalan. Sembari menanti pandemi ini berakhir berbagai upaya terus dilakukan agar minat konsumen terus tumbuh untuk membeli produk yang dipasarkan.

“Pandemi Covid-19 kami sebagai pelaku usaha sangat terpukul. Pambeli jarang yang datang sehingga otimatis perputaran penjualan tak berjalan lancar,” kata Budi pemilik usaha toko sepatu yang ada di Rejowinangun Yogyakarta saat kujungan industri yang dilakukan Dosen Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa, Soni Kurniawan dan mahasiswa Aditya Wahyu Lumintang.

Budi mengatakan pandemi ini memaksa omzet usahanya turun drastis. Jika dihitung secara persentase, penurunan itu mencapai 70 persen alias hanya 30 persen saja pemasukan yang bisa ia rasakan dalam menjalankan usahanya.

Warga Yogyakarta ini harus berpikir keras agar usahanya terus eksis, apalagi ia juga masih harus menghidupi dua orang karyawannya yang juga sama-sama terdampak badai Covid-19. Salah satunya dengan memberikan bonus maupun penawaran-penawaran menarik bagi pembeli.

“Jika untuk beriklan rasanya akan menambah pengeluaran. Makanya yang kami lakukan di sini memberikan program diskon atau bonus kepada pembeli,” kata pria yang merintis usahanya sejak 5 tahun lalu ini.

Seperti yang dilakukannya saat bulan Agustus lalu yakni memberikan promo kemerdekaan. Pada moment itu ia memberikan memberikan hadiah sepatu secara cuma-cuma bagi pemenang yang telah diundi.

Selain itu diskon besar-besaran maupun paket beli satu dapat dua ia diberikan bagi pembeli setia tokonya. Budi juga menjual sepatu-sepatu second bermerk dengan harga yang sangat terjangkau untuk kantong konsumen khususnya kalangan mahasiswa maupun pelajar.

Guna melebarkan jangkauan pemasaran, Budi juga memanfaatkan aplikasi penjualan online maupun sosial media. Cara ini cukup efektif karana segmentasi pasar yang disasarnya adalah kalangan milenial sehingga pendekatan digital dan gadget menjadi solusinya.

Ia berharap pandemi ini dapat segera berakhir sehingga roda perekonomian bisa kembali pulih. Sebagai pelaku usaha Budi juga meminta kepada pemerintah untuk terus memperhatikan sektor UMKM agar dapat terus bertahan.

“Konsumen utama kami kalangan mahasiswa dan pelajar. Selama sekolah maupun kampus belum dibuka, berat bagi kami untuk dapat bertahan. UMKM salah satu sektor penggerak perekonomian nasional, jadi kami berharap kebijakan pemerintah berpihak kepada kami,” harapnya. (*)

BERITA REKOMENDASI