Pembukaan Pawai Alegoris Harmoni Jogja dan PEluncuran Inovasi Sport Tourism Monalisa

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pawai Alegoris Harmoni Jogja merupakan kegiatan hybrid yang diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, dimaksudkan untuk menguatkan pariwisata di Kota Yogyakarta, khususnya di bagian selatan. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko SE MM saat laporan penyelenggaraan kepada Walikota Yogyakarta saat pembukaan Pawai Alegoris Harmoni Jogja di Ndalem Pujokusuman, Selasa (15/06/2021).

Kegiatan ini mengambil tema Heritage in Harmony berisi penampilan dari kampung- kampung wisata juga melibatkan sanggar-sanggar di kota Yogyakarta. Selain menampilkan atraksi seni tersebut, kegiatan ini juga memperkenalkan potensi wisata seperti pojok beteng wetan, embung taman budaya giwangan dan Situs Warungboto.

“Hal ini sejalan dengan satu tujuan pembangunan kepariwisataan Kota Yogyakarta yaitu pengembangan daya tarik wisata yang dapat memberikan kontribusi positif, menguatkan semangat masyarakat dalam mengembangkan aktivitas kepariwisataan yang sesuai dengan nilai luhur budaya. Harapannya kegiatan ini dapat diselenggarakan setiap tahun, agar mampu memunculkan potensi wisata Kota Yogyakarta bagian selatan secara komprehensif khususnya di bidang seni, budaya dan kuliner, juga dapat menjadi agenda wisata tahunan yang dinantikan wisatawan, kata Wahyu Hendratmoko.

Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal Selasa (15/06/2021) hingga Rabu (16/06/2021) secara tatap muka terbatas untuk pembukaan dan penutupan, serta penyelenggaran pengambilan gambar atraksi seni. Semua dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid 19 secara disiplin, dengan mengatur waktu masing-masing penampil, dan kegiatan ini akan ditayangkan secara virtual.

Selain acara Pawai Alegoris Harmoni Jogja, pada sore hari ini, juga dilaksanakan Launching Inovasi Sport Tourism Monalisa (Menikmati Harmoni Jogja Dengan Lima Jalur Sepeda Wisata). Sehingga diharapkan dapat menjadi wahana promosi potensi wisata yang ada dan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dalam sambutannya mengatakan pembangunan Pariwisata di Kota Yogyakarta merupakan salah satu isu strategis pembangunan perekonomian di wilayah ini. Kegiatan pariwisata merupakan salah satu penggerak roda perekonomian yang mempunyai dampak multi efek di semua sektor.

“Tingkat hunian hotel, keramaian kuliner, transportasi, hingga pedagang kaki lima yang menjajakan sajian khas masing-masing pasti akan turut terdampak oleh kuat lemahnya arus pariwisata di Kota Yogyakarta ini. Namun disisi lain situasi pandemi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh belahan dunia ini membuat dunia pariwisata sangat terpukul. Pergerakan wisatawan menjadi terbatas, kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang untuk menarik wisatawan diminimalkan sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta mengalami penurunan,” terangnya.

Selain itu acara ini juga sebagai pengenalan dan wujud eksistensi kampung-kampung wisata, kemudian juga sanggar-sangar tari serta para seniman-seniman yang ada di Kota Yogyakarta yang memiliki keanekaragaman dan keunikan yang luar biasa. Selanjutnya acara ini juga berperan untuk mengenalkan potensi-potensi wisata yang masih belum tereksploitasi secara maksimal.

Dalam mengembangkan potensi pariwisata kota Yogyakarta ini, diperlukan rencana yang tepat mengenai upaya pengembangan, penataan juga pemeliharaan terhadap potensi wisata yang ada. Selain itu, juga diperlukan peningkatan promosi wisata yang optimal, kerjasama dan koordinasi yang strategis baik diantara masyarakat, pemerintah dan swasta sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan maupun lama tinggal wisatawan.

Pawai Alegoris Harmoni Jogja diharapkan juga mampu menjawab tantangan dengan menciptakan atraksi pawai yang kreatif, atraktif dan dapat mensinergikan berbagai lapisan masyarakat di Kota Yogyakarta, sehingga ke depan promosi dan pengembangan pariwisata di Kota Yogyakarta ini akan semakin optimal, kampung-kampung wisata beserta sanggar-sanggar serta seniman-senimannya dapat semakin dikenal.

Selain itu setelah pandemi ini berakhir tentunya wisatawan akan semakin banyak yang berkunjung dan dampaknya akan semakin meningkatkan perekonomian warga masyarakat. Dan tetap dilaksanakan dengan menggunakan protokoler pencegahan Covid-19.

Menjawab tantangan kedepan dalam promosi pariwisata dalam kesempatan kali ini juga dilaksanakan launching Inovasi Sport Tourism Monalisa atau ‘Menikmati Harmoni Jogya Dengan Lima Jalur Sepeda Wisata’. Program ini diluncurkan setelah melihat antusiasme warga dan wisatawan bersepeda di jalanan Kota Yogyakarta.

Ibarat simbiosis, maka yang diharapkan dengan Monalisa ini adalah akan terciptanya simbiosis mutualisme antar pihak-pihak yang terlibat dalam dunia pariwisata di Kota Yogyakarta yang saling menguntungkan. Program ini tidak akan berhasil apabila hanya ada peran pemerintah saja namun juga ada Kampung wisata, PHRI, ASITA, HPI dan stakeholder pariwisata lain untuk promosinya sampai dengan bagaimana penyediaan sepeda untuk wisatawan.

Apabila ini nantinya bisa berjalan tentunya pariwisata di Kota Yogyakarta akan terus berkembang, demikian harapan Walikota Yogyakarta, dalam akhir sambutannya. Acara pembukaan selain laporan penyelenggaraan dan sambutan Walikota Yogyakarta, juga diisi beberapa penambil dari Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa, dilanjutkan dengan pelepasan perwakilan peserta pawai dan terakhir rombongan sepeda Monalisa. (*)

BERITA REKOMENDASI