Penanganan Dugaan Korupsi Proyek Mandala Krida Diharapkan Tak Berlarut-larut

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kuasa hukum Kepala Cabang PT DMI meminta semua pihak agar saling menjaga dan menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah. Albab Setiawan SH juga berharap kasus yang menjerat kliennya terkait dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida tak berlarut-larut sehinga ada kepastian hukum.

Albab mengungkapkan penanganan perkara yang mengemuka sejak 2018 silam itu cukup menguras tenaga dan pikiran kliennya. Tak hanya kliennya saja, namun permasalahan ini juga turut dirasakan pihak keluarga.

Albab yang mulai mendampingi sebagai kuasa hukum sejak 11 Februari 2021 itu mengatakan dalam panggilan terakhir kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain Kepala Cabang PT DMI, masih ada pihak lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Kien kaki telah dipanggil sebagai tersangka sejak November 2020 silam. Namun sempat berhalangan hadir dan akhirnya ditunda sampai panggilan lagi bulan Februari 2021,” ungkapnya didampingi Dita Wahyu Wijayanti SH, Kamis (25/02/2021).

Dalam perkara ini, Albab menyampaikan kliennya akan bersikap kooperatif. Ini sebagai bentuk komitmen untuk mengikuti seluruh proses hukum yang harus dilalui agar permasalahan ini menjadi terang benderang dan membuktikan jika kliennya tidak bersalah.

“Perkara ini bukan semata masalah penegakan hukum semata, namun juga menyangkut nama baik keluarga dan Yogya. Jadi permasalahan ini harus benar-benar diselesaikan secara terbuka untuk mengetahui apa yang sebenarnya tetjadi dan siapa harus bertanggungjawab,” tegasnya

Dita menambahkan pengerjaan pembangunan Stadion Mandala Krida merupakan proyek yang didanai dengan dana APBD tahunan sejak tahun 2012 – 2018. Proyek tersebut bukan multi year, sehingga tiap tahun dilakukan proses penganggaran yang cukup ketat di eksekutif dan legislatif.

Ia mengungkapkan kliennya bukan rekanan yang mengerjakan seluruhnya proyek tersebut. Namun hanya menjalankan proyek itu untuk tahun anggaran 2016 dan 2017 saja. (*)

BERITA REKOMENDASI