Penasihat Hukum Desak Kasus Perusakan Rumah Calon Lurah dan Penganiayaan Relawan Diusut Tuntas

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Penasihat hukum calon Lurah Nogotirto Gamping Sleman M Maimun Ngafifi dan dua korban lainnya mendesak kepolisian mengusut tuntas serta menangkap para pelaku perusakan yang disertai penganiayaan. Sebelumnya rumah M Maimun Ngafifi dirusak sekelompok orang, tak hanya itu dua orang relawan juga menjadi korban penganiayaan.

Peristiwa yang terjadi Jumat 29 Oktober lalu itu berawal saat sekitar 15 orang relawan sedang melaksanakan rapat koordinasi di rumah M Maimun Ngafifi dalam rangka mempersiapkan saksi-saksi untuk acara Pemilihan Lurah Nogotirto yang akan diselenggarakan pada 31 Oktober 2021. Saat itu dua orang relawan yakni Novi dan Amir menuju rumahnya untuk mengambil dokumen dan berada di jalan depan SMP Maárif.

Tiba-tiba mereka dihadang oleh beberapa orang tidak kenal. Sekelompok orang tersebut kemudian menggeledah tas yang dibawa mereka.

Tak berhenti di situ, sekira pukul 23.30 WIB aksi penghadangan kembali terjadi. Beberapa relawan dari Maimun kembali dihadang dan digeledah tasnya di tempat yang sama oleh beberapa orang yang tidak dikenal.

Setelah kejadian itu sekitar pukul 00.00 WIB Maimun berjumpa dengan Innas yang merupakan relawan dari calon lurah lain dan mengajaknya untuk mampir ke rumahnya. Keduanya berbincang soal kejadian penghadangan dan penggeledahan, setelah itu Innas diminta pulang ke rumah agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Usai Innas pulang ke rumah pada pukul 00.45 WIB tak lama datang serombongan orang mendatangi rumah Maimun yang saat itu bersama Jazim dan Romli kemudian melakukan penganiyaan dan perusakan. Dari kejadian perusakan tersebut Jazim dan Romli mengalami luka memar dan rumah Maimun yang diserang mengalami kerusakan.

“Kami selaku penasihat hukum korban meminta kepolisian Polres Sleman segera menangkap dan menahan para pelaku penganiayaan dan perusakan, karena diakhawatirkan para pelaku akan melarikan diri, merusak barang bukti dan mengulangi perbuatannya,” ujar Kurnia Budi Nugroho SH didampingi Thalis Noor Cahyadi SH MA MH, Mukhamad Hasan SH MSi dan Agus Suprianto SH MSi kepada wartawan di Kedai Ruang Waktu Gamping Sleman, Jumat (12/11/2021) malam.

Selain itu penasihat hukum meminta kepolisian Sleman untuk mengusut dalang atau intellectual dader atas peristiwa ini termasuk memeriksa dugaan keterlibatan calon lurah lain dalam memberikan perintah dan arahan sehingga terjadi peristiwa penganiyaan dan perusakan.

Sementara Thalis Noor Cahyadi SH MA MH berharap jangan sampai kasus tersebut dipolitisasi dan ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Kejadian itu terjadi saat hari tenang dan murni pidana sehingga tidak ada unsur politik dalam pemilihan lurah sehingga kami minta kasus pidana yang terjadi diselesaikan secara hukum pidana,” tegas Thalis. (*)

BERITA REKOMENDASI